Markis Kido Diduga Kena Serangan Jantung meski Rajin Olahraga, Kenali Penyebabnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 481 2425295 markis-kido-diduga-kena-serangan-jantung-meski-rajin-olahraga-kenali-penyebabnya-Tvt9VSWOCj.jpg Markis Kido. (Foto: PBSI)

LEGENDA bulu tangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia pada Senin malam kemarin. Markis Kido meninggal ketika sedang bermain bulu tangkis di daerah Tangerang. Mendadak dia jatuh dan tidak sadar di lapangan, diduga karena terkena serangan jantung.

Konfirmasi disampaikan pebulu tangkis legenda Indonesia, Candra Wijaya. Ia mengatakan Markis Kido kolaps saat bermain bulu tangkis.

"Saat itu Markis Kido tiba-tiba tersungkur saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin. Sebenarnya rekan-rekannya sudah mencoba menolong, tapi nyawa Markis Kido tidak bisa tertolong," kata Candra Wijaya ketika dihubungi MNC Portal, Senin 14 Juni 2021.

Baca juga: Markis Kido Meninggal Dunia, Pernah Menderita Hipertensi 

Banyak orang bertanya-tanya, kenapa Markis Kido bisa kena serangan jantung, padahal rajin olahraga?

Dikutip dari laman Marshfieldclinic, kardiologis John Hayes MD mengatakan kejadian atlet tiba-tiba mengalami kolaps sudah banyak terjadi. Ia pun coba menjelaskan berbagai risiko yang menjadi penyebabnya.

Menurut Hayes, salah satu penyakit yang tidak terduga dan kerap dialami atlet adalah henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest (SCA). Akibatnya, seorang atlet bisa saja jatuh secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan sebelumnya.

Ilustrasi serangan jantung. (Foto: Shutterstock)

Fenomena SCA memang jarang terjadi. Diperkirakan kejadian ini hanya menimpa 1 dari 200 ribu atlet per tahun. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat adanya trauma atau heat stroke. Meski demikian, sebagian besar SCA disebabkan penyakit kardiovaskular yang mendasarinya.

"Dengan tuntutan tenaga fisik yang intens, penyakit ini membuat jantung cenderung mengembangkan irama yang cepat dan kacau yang disebut fibrilasi ventrikel," jelas Hayes.

Baca juga: Markis Kido Punya Riwayat Hipertensi, Waspadai Silent Killer Pemicu Serangan Jantung 

Ritme jantung dapat dikembalikan normal dan kehidupan atlet hanya bisa diselamatkan apabila defibrilasi ekstrnal dilakukan dengan cepat. Banyak kondisi yang membuat atlet berisiko mengalami SCA, namun risiko tersebut dapat diketahui dengan pengamatan fisik saat olahraga. Terkadang pengujian diagnostik juga diperlukan.

Beberapa gejala yang bisa dikenali sejak awal di antaranya (1) Nyeri dada saat beraktivitas, (2) Sesak napas, (3) Pusing, (4) Pingsan, (5) Sensasi detak jantung cepat (palpitasi).

Apabila seorang atlet memiliki gejala-gejala tersebut, maka membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jika ditemukan hal yang tidak wajar seperti ini, seseorang atlet juga tidak boleh ikut dalam pertandingan kompetitif.

Baca juga: Kronologi Markis Kido Meninggal Dunia 

Selain itu, orangtua wajib menyadari riwayat penyakit jantung secara turun-temurun, terlebih jika ada kerabat yang meninggal mendadak pada usia muda.

Bila mengalami SCA, resusitasi kardio-pulmonal (PCR) harus segera dilakukan. Kemudian defibrilator eksternal otomatis (AED) juga harus dilakukan sesegera mungkin.

Info grafis Markis Kido meninggal dunia. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini