Menkes Budi: Selama Pandemi, Penting untuk Mandiri Memproduksi Obat-obatan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 481 2425534 menkes-budi-selama-pandemi-penting-untuk-mandiri-memproduksi-obat-obatan-aUDQoQsfun.jpg Obat-obatan (Foto: BBC)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin punya mimpi cukup besar untuk Indonesia agar bisa memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan sendiri. Lebih baik memproduksi obat sendiri ketimbang selalu impor dari luar negeri.

Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan, sampai saat ini produk dalam negeri alat kesehatan hanya 12 persen, sisanya impor.

 Menkes Budi

Dari 496 jenis alkes yang ditransaksikan dalam e-katalog tahun 2019-2020, 152 jenis alkes sudah mampu diproduksi dalam negeri, sisanya impor.

Dan soal obat-obatan, dari 1809 item obat yang ditransaksikan dalam e-katalog, sebanyak 56 item obat belum diproduksi dalam negeri. Mirisnya lagi, dari 10 molekul obat yang tinggi penggunaannya di Indonesia, hanya 2 yang bahan bakunya diproduksi dalam negeri.

Bukan tak mampu membuat sendiri, menurut Menkes Budi, salah satu alasan masalah ini ada di kepastian pembelian produk.

"Perusahaan di bawah Pak Agus (Menteri Perindustrian) itu kesulitan, karena begitu dibangun (industrinya) kepastian pembeliannya enggak ada. Untuk membangun industri dalam negeri, perlu ada kepastian yang beli siapa dan berapa banyak, karena kasihan teman-teman perindustrian, ketika mereka ramai memanggil investor, enggak ada yang beli," terang Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/6/2021).

Padahal, di masa pandemi seperti sekarang ini, penting bagi suatu negara untuk bisa mandiri dalam memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan dalam negeri karena menjadi barang yang sangat esensial dalam penanganan masalah.

"Kalau Indonesia bisa memproduksi obat-obatan sendiri atau penyediaan alat kesehatan secara mandiri dengan memproduksi semuanya dalam negeri, ketika ada masalah, kita aman," terangnya.

"Di saat pandemi, sangat dibutuhkan yang namanya obat-obatan dan kalau bahan bakunya enggak ada, ya, terpaksa impor. Begitu juga dengan vaksin. Bahkan, meski sudah ada kerjasama, itu belum tentu dapat, ada saja kondisi yang bisa geser tanggal kirimnya karena beberapa alasan," tambah dia.

Dengan mampu memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan dalam negeri, ini bukan hanya memperkuat kemandirian kita sebagai bangsa Indonesia, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat. Ya, dampak ekonomi yang dirasakan pun akan jauh lebih besar ketimbang menggelontorkan dana untuk negara luar.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini