Share

Mengenal Endometriosis, ketika Darah Menstruasi Masuk ke Rongga Perut

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 612 2425531 mengenal-endometriosis-ketika-darah-menstruasi-masuk-ke-rongga-perut-onQM5l8OUK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TUBUH perempuan memang berbeda dengan pria. Salah satu yang paling membedakan adalah perempuan memiliki siklus menstruasi setiap bulannya.

Ketika mengalami menstruasi, berbagai masalah kesehatan pun bisa terjadi, entah itu terlambat menstruasi ataupun menstruasi tidak teratur. Tapi, salah satu yang juga menyakitkan adalah endometriosis.

Endometriosis diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, atau aliran darah menstruasi yang berbalik arah. Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala, seperti nyeri di perut bagian bawah dan panggul. Volume darah yang berlebihan saat menstruasi, sehingga mengganggu aktivitas sehari-harinya. Mengapa bisa muncul nyeri?

Menstruasi

Wakil Direktur Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko mengatakan, pada kondisi endometriosis, darah haid yang membalik melalui saluran telur lalu masuk ke rongga perut tidak bisa dibersihkan secara sempurna karena ada kesalahan.

"Akibatnya sel-sel endometrium yang ada di dalam darah haid akan menempel pada rongga perut bagian dalam, menimbulkan jaringan endometriosis dan menyebabkan keluhan nyeri," kata dia.

Menurut Budi, nyeri yang khas juga karena adanya peningkatan serabut saraf yang tidak terbungkus pada dinding rahim sehingga sensitif terhadap rangsangan.

Studi tentang endometriosis di berbagai negara menunjukkan, penderita endometriosis cenderung terpaksa izin atau tidak masuk sekolah maupun tempat bekerja akibat keluhan nyeri yang sangat hebat.

Bagi perempuan yang sudah menikah, penyakit endometriosis bahkan bisa mengganggu keharmonisan keluarga, salah satunya karena nyeri muncul saat berhubungan intim. Tak hanya itu, saat buang air besar (BAB) dan kecil (BAK) terutama di masa menstruasi, nyeri juga bisa terjadi.

Di sisi lain, endometriosis juga salah satu penyebab gangguan kesuburan tersering pada pasangan yang belum memiliki keturunan atau sekitar 40 persen.

Data menunjukkan sebanyak 83 persen perempuan dengan endometriosis mengeluhkan salah satu atau lebih dari gejala–gejala tersebut, sedangkan sebanyak 29 persen perempuan tanpa endometriosis yang mengeluhkan gejala tersebut.

"Nyeri haid normal hanya 1-2 hari dan tidak mengganggu aktivitas. Sementara pada mereka dengan endometriosis, nyeri bisa sebelum, saat dan setelah haid, mengganggu aktivitas karena nyeri luar biasa. Nyeri ini sering ditemani nyeri lain misal saat hubungan seksual, buang air besar, buang air kecil," tutur Budi.

Menurut Budi, mencatat siklus haid beserta keluhan menjadi hal penting, di samping juga mengenali tanda-tanda endometriosis sejak dini agar bisa segera ditangani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini