Bayi ASI Eksklusif Berisiko Kekurangan Vitamin D?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 481 2426087 bayi-asi-eksklusif-berisiko-kekurangan-vitamin-d-sdFwTj8PO4.jpg Bayi sehat (Foto:Pixabay)

ASI eksklusif merupakan asupan utama bayi hingga berusia 2 tahun, meski memasuki usia 6 bulan bayi sudah bisa mendapat MPASI.

Begitu banyak manfaat yang ditawarkan ASI, tetapi ada anggapan bahwa bayi ASI eksklusif rentan mengalami kekurangan vitamin D. Apakah itu benar?

 bayi

Menjawab pertanyaan tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Hermina Arcamanik, dr Meti Metiani, SpPD menjelaskan, kebutuhan asupan vitamin D pada bayi berusia 0 hingga 11 bulan sebanyak 400 IU sesuai dengan AKG 2019.

"Jadi, sejauh ini kalau untuk bayi ASI eksklusif, kebutuhan vitamin D-nya itu 400 IU. Tapi, kalau ditanya apakah bayi ASI eksklusif berisiko defisiensi vitamin D, saya belum pernah membaca jurnal mengenai hal itu," terangnya dalam webinar kesehatan, Rabu (16/6/2021).

Sementara itu, Apoteker Tekla Rosa, S.Farm menerangkan, pada bayi ASI eksklusif, disarankan untuk mendapat vitamin D tambahan, salah satunya karena kandungan vitamin D dalam ASI itu kecil.

"Vitamin D dalam ASI itu 50 IU per liter. Jadi, bayi perlu mendapat tambahan vitamin D, sama seperti mereka mendapat tambahan zat besi," ungkap Tekla.

Artinya, bayi ASI eksklusif bukannya tidak baik ketimbang bayi susu formula, tetapi mereka berisiko defisiensi karena faktor luar juga. "Ada risiko ibunya defisiensi vitamin D sehingga memengaruhi kualitas ASI yang diberikan untuk bayinya," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini