Terus Kembangkan Vaksin Nusantara, Terawan: Apa Kita Enggak Boleh Mulai Duluan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 481 2426224 terus-kembangkan-vaksin-nusantara-terawan-apa-kita-enggak-boleh-mulai-duluan-iITYqt3dac.jpg Mantan Menkes Terawan (Foto: ist)

MANTAN Menkes Terawan Agus Putranto yakin vaksin Nusantara buatannya bisa menyelesaikan pandemi Covid-19 di Indonesia. Salah satu alasannya adalah hipotesis para peneliti dunia yang juga cukup yakin vaksin terobosan terbaru itu cukup ampuh menguatkan sistem kekebalan tubuh.

"Berdasar uji klinis pertama di Semarang, sampai 3 bulan imunnya masih tinggi dan kita harapkan di 6 bulan juga akan muncul tinggi (imunnya)," kata Terawan dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021).

 Vaksin Covid-19

Tak berhenti di situ, Terawan membawa fakta mengenai penelitian penggunaan sel dendritik pada penanganan SARS dulu di China, Beijing, dan sebagainya.

"Sel T-nya masih ada selama 6 tahun dan itulah riset-riset di dunia mengemukakan, muncullah hipotesis di mana dendritik sel vaksin immuno terapi ini dianggap sebagai 'beginning of the end' atau yang memulai untuk mengakhiri cancer maupun Covid-19," sambungnya.

Menurut Terawan, kebetulan Indonesia terlibat dalam pembuatannya untuk vaksin Covid-19. "Apakah kita enggak boleh memulai duluan? Apa orang Indonesia enggak boleh memulainya duluan?", ungkap Terawan.

Pernyataan itu juga sekaligus menjawab soal hubungan panas antara penelitian Terawan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ya, lembaga independen tersebut sempat meminta penelitian vaksin Nusantara ditunda sementara.

"Jika ditanya apakah kita merasa ada persoalan (dengan BPOM)? Buat kami sebagai seorang ilmuwan, enggak ada persoalan apa-apa," tegasnya.

Ia menambahkan, proses pengerjaan vaksin Nusantara ini menggunakan kaidah yang baru sebab vaksin yang dipakai pun baru. "Vaksin dari sel dendritik ini belum ada yang kerjakan untuk Covid-19 jadi tentunya harus menggunakan kaidah baru yang berbeda," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini