Desainernya Dianggap Anti-Palestina, Netizen Gaungkan BoycottZara

Antara, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 612 2426162 desainernya-dianggap-anti-palestina-netizen-gaungkan-boycottzara-3Vo0ox3wZk.jpg ZARA. (Foto: Bloomberg)

KONFLIK yang terjadi antara Palestina dan Israel memang menjadi perhatian banyak orang. Banyak orang kemudian memberikan pendapatnya, tidak peduli apa status sosialnya.

Salah satunya adalah model Palestina Qaher Harhash. Sayangnya, postingannya di Instagram malah menimbulkan masalah bagi dirinya.

Kepala Desainer di departemen perempuan Merek fesyen Zara, Vanessa Perilman, menyerang model Palestina Qaher Harhash lewat Instagram. Vanessa diduga mengirim pesan kontroversial kepada Qaher sebagai respons dari unggahan pro-Palestina yang dibuat sang model.

Dikutip dari Hindustan Times, Qaher membagikan tangkapan layar dari pembicaraan mereka di Instagram di mana Vanessa tak hanya menyalahkan korban atas terorisme di Gaza, tapi juga menyerang kepercayaan model muslim itu.

Zara Boikot

"Mungkin jika orang-orangmu berpendidikan mereka tak akan meledakkan rumah sakit dan sekolah yang Israel bantu bayar di Gaza,"

"Saya kira lucu Anda seorang model karena pada kenyataannya itu berlawanan dengan apa yang diyakini Muslim dan jika kau keluar di negara Muslim mana pun, kau akan dirajam sampai mati," tulis Vanessa kepada Qaher.

Netizen yang marah memulai tagar trending seperti #BoycottZara dan #ZaraMustApologise atas komentar rasis dan islamofobia dari desainer.

Dalam Instagram Stories, sang model berterima kasih atas dukungan dan meminta netizen untuk tidak mengirimkan pesan kebencian kepada Vanessa dan Zara. Dia pun meminta orang-orang untuk menulis komentar informatif untuk mengetahui apa yang sebetulnya terjadi di Palestina, dan mengubah pikiran orang yang berprasangka negatif terhadap Muslim serta Palestina.

"Berikan informasi, edukasi dan bersikap baik! Saya percaya sepenuh hati bahwa penting menunjukan budaya kebaikan, kasih sayang dan keterbukaan kepada Vanessa. Ini bukan tugas kita, karena kita sudah menjelaskannya sejak lama, tapi saya percaya ini akan merefleksikan karakter kita," tulis dia.

Dia mengajak netizen yang mendapat pesan islamofobia untuk membalas dengan kata-kata yang baik, menulis pentingnya sikap Zara untuk melakukan aksi positif, menggunakan contoh-contoh dari Quran dan Hadits untuk bicara soal memaafkan jadi orang yang penuh cinta serta rendah hati.

Selain itu, dia mengharapkan mereka hari yang damai dan menunjukkan semua ingin perubahan positif, lalu menjelaskan mengapa penting untuk mendukung Palestina dan apa hubungannya dengan banyak kesulitan yang terjadi di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini