Kemenkes hingga TNI Hentikan Uji Klinis Vaksin Nusantara, Terawan Ngadu ke Komisi 7 DPR

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 612 2426263 kemenkes-hingga-tni-hentikan-uji-klinis-vaksin-nusantara-terawan-ngadu-ke-komisi-7-dpr-j4ycl4yG1q.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

TIGA lembaga pemerintah yaitu Kementerian Kesehatan, KSAD TNI, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sepakat untuk menghentikan uji klinis vaksin Nusantara. Padahal, uji klinis yang dilakukan sudah mencapai fase 3.

Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan uji klinis fase 3 adalah langkah terakhir sebelum vaksin Nusantara bisa dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Vaksin Nusantara sendiri, resmi dihentikan pengerjaannya sejak pertengahan April 2021.

"Jika ditanya apakah vaksin Nusantara akan masuk ke uji klinis fase 3, jawabannya tidak bisa kalau dalam kondisi seperti ini, karena kami sangat taat pemerintah. Bagi kami pemerintah itu wakil Tuhan di dunia," ungkap Terawan di rapat bersama Komisi 7 DPR RI.

Menurut Terawan, karena adanya kesepakatan 3 pejabat pemerintah untuk menghentikan vaksin Nusantara, maka sekali lagi dikatakan, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 dengan sel dendritik tidak bisa dijalankan. "Ini bukan soal biaya kami tak bisa lanjutkan. Kalau biaya, kami mampu selesaikan," tambah Terawan.

Dalam uji klinis, terangnya, bisa dilakukan di negeri sendiri, bisa di negara lain bersama-sama dengan negara sendiri, atau sepenuhnya di negara lain. "Saya pribadi sangat berharap dan berdoa, vaksin Nusantara dapat dilakukan fase 3 di negeri sendiri," pintanya.

"Kami mohon bantuan teman-teman di Komisi 7 DPR RI mengizinkan kami melakukan riset di Indonesia, menyelesaikan ini semua karena tinggal selangkah lagi yaitu uji klinis fase 3," harap Terawan pada Komisi 7 DPR RI.

Dia pun coba meyakinkan Komisi 7 dengan menjelaskan bahwa vaksin Nusantara telah tercatat di Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai uji klinis fase 2. Lalu, selanjutnya hasil uji klinis fase 2 tersebut rencananya akan dilaporkan ke clinicaltrials.gov.

"Kami juga akan segera publikasikan hasil uji klinis fase 2 vaksin Nusantara di publikasi Internasional terstandar tinggi. Saat ini sedang disiapkan tulisannya," tambah Terawan.

(mrt)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini