Vaksin Nusantara Dilarang, Hati Terawan Terluka

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 481 2426485 vaksin-nusantara-dilarang-hati-terawan-terluka-hadupcnpmH.jpg Menkes Terawan (Foto : IG Kemenkes)

VAKSIN Nusantara besutan Terawan Agus Putranto mendapat hadangan keras dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tiga lembaga pemerintahan itu menghentikan kelanjutan pengembangan vaksin sel dendritik pertama di Indonesia itu.

Kecewa dengan kesepakatan tersebut, Terawan mencurahkan isi hatinya di hadapan anggota Komisi VII DPR RI dalam rapat dengar pendapat, kemarin (16/6/2021). Di keterangannya, dia begitu sedih sekaligus bingung mengapa vaksin Nusantara yang diklaim aman sangat sulit mendapatkan izin penelitian babak akhir yaitu uji klinis fase 3.

"Mempersoalkan ini etik ini tidak etik, aduh, kita sudah kenyang riset. Cuma kita mohon kalau bisa, masa sih ada kendala untuk uji klinis fase 3 aja harus tidak boleh. Itu yang menurut saya agak melukai hati," curhat Terawan di ruang rapat.

Terawan

Ia pun bersikukuh, meski ada batu sandungan yang begitu besar dari pemerintah, tetap akan melakukan uji klinis fase 3 di Indonesia. Sebab, menurut Terawan, ini tinggal selangkah lagi Indonesia dapat memiliki vaksin buatan sendiri.

"Dan saya juga ingin tetap bertahan (uji klinis fase 3 vaksin Nusantara) bisa dikerjakan di Indonesia tidak dipindahkan ke negara lain, karena sangat simple cara membuatnya, masa di negara lain tidak bisa. Sangat simpel akan bisa dibuatnya," tambah Terawan.

Baca Juga : Uji Klinis Fase II, Peneliti Ungkap Efek Samping Vaksin Nusantara Dokter Terawan

Di kesempatan itu, Terawan sekali lagi meminta dukungan dari Komisi 7 DPR RI agar mau memberi izin pelaksanaan uji klinis fase 3 vaksin Nusantara. Menurut dia, apa yang dikerjakan timnya sejauh ini adalah bentuk dedikasi untuk bangsa dan menjadi bagian dari menyelesaikan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Yang saya inginkan hanya satu, cita-cita saya, bolehlah melalui rapat dengar pendapat kali ini di Komisi 7, bisa mencetuskan mendorong untuk tidak menghalangi (uji klinis fase 3 vaksin Nusantara). Itu saja yang saya inginkan," kata Terawan.

"Sehingga legalisasi untuk kami melakukan ... uji klinis fase 3 itu legal. Siapa pun kalau yang namanya riset itu, kalau pada manusia namanya klinis dan itu bisa dikerjakan kapan saja. Cuma begitu ada peraturan itu (penghentian dari 3 pemerintah) saya harus taat, saya harus betul-betul tunduk, karena itu aturan negara. Cuma, ya, agak menggelitik di hati saya dari sanubari saya (vaksin Nusantara tidak diberi izin lanjut ke uji klinis fase 3)," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini