Komisi VII DPR Dukung Penuh Vaksin Nusantara Terawan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 481 2426503 komisi-vii-dpr-dukung-penuh-vaksin-nusantara-terawan-pieG3DNEGC.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

VAKSIN Nusantara bikinan Terawan Agus Putranto dapat lampu hijau Komisi VII DPR RI, meskipun banyak penolakan dari pihak pemerintah lainnya.

Ya, Komisi VII DPR RI dengan lingkup tugas di bidang Energi, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup, mendukung penuh terlaksananya uji klinis fase III vaksin Nusantara dengan segala kontroversinya.

"Komisi VII DPR RI mendesak Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk segera menyelesaikan pengembangan Vaksin Merah Putih dan mendukung penuh pengembangan vaksin Nusantara oleh Dokter Terawan Agus Putranto," ujar Wakil Ketua Komisi VII Eddy Suparno, dalam rapat dengar pendapat Rabu (16/6/2021).

Terawan

"Komisi VII mendesak dilanjutkannya uji klinis fase III vaksin Nusantara sesuai dengan kaidah uji klinis sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tambahnya sebagai catatan penting harus diperhatikan oleh peneliti.

Baca Juga : Vaksin Nusantara Dilarang, Hati Terawan Terluka

Sebagai tindak lanjut, sambung Eddy, Komisi VII DPR RI akan mendorong untuk diagendakan Rapat Dengar Pendapat Gabungan antara Komisi I, Komisi VI, Komisi VII, Komisi IX dan Komisi XI DPR RI dengan menghadirkan mitra-mitra terkait yang relevan.

"Tujuannya dalam rangka penyelesaian dan percepatan produksi vaksin Covid-19 buatan anak bangsa, baik Vaksin Merah Putih maupun vaksin Nusantara," pungkas legislator dapil Jawa Barat III itu.

Baca Juga : Terawan Yakin Vaksin Nusantara Aman dan Tak Butuh Anggaran Negara!

Terawan pun mengapresiasi sekali dukungan penuh DPR RI terhadap vaksin Nusantara.

"Terima kasih dukungannya Komisi VII atas pengembangan vaksin Nusantara ini. Tadinya saya merasa dalam kesendirian, jadi mudah-mudahan nanti dukungan ini dapat terwujud dalam bentuk legalitas uji klinis fase III," ungkap Terawan.

Dia pun mengutarakan isi hatinya bahwa baru kali ini didapati kondisi, riset ilmiah yang diklaim aman malah ditolak sana-sini. "Karena saya merasa, uji klinis kok dilarang? Itu baru terjadi di Indonesia. Ya, mudah mudahan rasa gamang saya bisa hilang karena Komisi VII bisa support," tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini