WHO : Varian Delta Covid-19 Menyebar Sangat Cepat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 481 2426507 who-varian-delta-covid-19-menyebar-sangat-cepat-lsMgrZJpQr.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

VARIAN Delta Covid-19 sudah banyak ditemukan di Indonesia. Di Kudus saja misalnya, kini tercatat ada 28 kasus yang ditemukan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).

Secara global, varian Delta Covid-19 (B.1.617) yang pertama kali teridentifikasi di India tersebut jumlahnya terus meningkat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun baru mengeluarkan angka baru pada varian ini.

"Varian Delta sekarang ada di lebih dari 80 negara di seluruh dunia dan menyebar sangat cepat," lapor CNBC melalui WHO, dikutip dari Newser, Kamis (17/6/2021).

Covid-19

Di Inggris saja varian Delta diketahui mendominasi kasus Covid-19 dengan persentase 60 persen. Amerika Serikat mencatat, kenaikan kasus varian Delta mulai dari 6 persen, kini sudah tercatat 10 persen dari total kasus dalam seminggu terakhir.

Laman The Guardian sendiri melaporkan bahwa varian Delta dianggap lebih menular daripada strain aslinya maupun varian Alpha yang pertama kali teridentifikasi di Inggris.

Baca Juga : Vaksin Nusantara Dilarang, Hati Terawan Terluka

Kemudian, apakah masyarakat perlu khawatir?

Baca Juga : Terawan Yakin Vaksin Nusantara Aman dan Tak Butuh Anggaran Negara!

Dokter Robert Wachter, ketua Departemen Kedokteran di University of California, San Fransisco, menerangkan jika Anda sudah divaksin Covid-19, akan setidaknya bisa merasa baik-baik saja asal sudah mendapatkan dua dosis vaksin.

"Jadi, jika kasus varian Delta ini terus melonjak angka kejadiannya dan seseorang memutuskan untuk divaksin, maka mereka perlu lima atau enam minggu untuk terlindungi," katanya pada USA Today.

Di sisi lain, kantor berita CNN mengutip statistik Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang menunjukkan pada Rabu (16/6/2021), "43,9% dari semua orang Amerika telah divaksinasi dua dosis," tambahnya. Artinya, masih panjang perjuangan untuk mencapai herd immunity yang diharapkan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini