Ahli Sebut Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Kurangi Keparahan Varian Delta Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 481 2426512 ahli-sebut-vaksin-astrazeneca-dan-pfizer-efektif-kurangi-keparahan-varian-delta-covid-19-NuNZ47sK30.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

VARIAN Delta Covid-19 menjadi masalah yang tak boleh dikesampingkan pemerintah maupun masyarakat. Penyebarannya yang diketahui sangat cepat antarorang harus jadi kewaspadaan kita semua.

Indonesia sendiri mencatat ada 145 kasus varian baru Covid-19, termasuk di dalamnya varian Delta (B.1.617) yang pertama kali teridentifikasi di India. Tak hanya itu, varian Alpha - Inggris (B.1.1.7) dan varian Bet - Afrika Selatan (B.1.351) pun sudah masuk ke Indonesia.

Secara spesifik, dari 145 kasus varian baru Covid-19 tersebut, untuk kasus varian Delta (104 kasus), varian Alpha (36), dan varian Beta (5). Kesemuanya diketahui tersebar di 12 provinsi di seluruh Indonesia.

Covid-19

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun belum lama ini menegaskan bahwa varian Delta yang cukup mendominasi pada lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia ini termasuk virus yang sangat mudah menyebar. Karena itu, masyarakat sangat disarankan agar lebih memperketat protokol kesehatan.

Baca Juga : WHO : Varian Delta Covid-19 Menyebar Sangat Cepat

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam pun mengungkapkan bahwa varian Delta tak hanya menyebar dengan cepat, tetapi infeksi yang ditimbulkan darinya cukup parah.

"Gejala sakit pasien lebih berat dari infeksi virus sebelumnya dan varian virus ini meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran, nyeri ulu hati, dan mual. Dengan kata lain, pasien varian Delta perlu perawatan intensif di rumah sakit," kata Prof Ari, belum lama ini.

Baca Juga : Vaksin Nusantara Dilarang, Hati Terawan Terluka

Lebih lanjut, Prof Ari menjelaskan, ketika seseorang terinfeksi varian Delta, risiko dia masuk rumah sakit naik kira-kira dua kali lipat dibandingkan mereka yang terinfeksi varian Alpha. "Dengan risiko masuk rumah sakit terutama pada mereka yang memiliki lima atau lebih komorbiditas yang relevan," ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Vaksin AstraZeneca

Meski demikian, vaksinasi Covid-19 bisa menjadi salah satu upaya menurunkan risiko keparahan varian Delta tersebut. Ya, Prof Ari yang juga ahli penyakit dalam mengutarakan bahwa vaksin AstraZeneca dan Pfizer ternyata terbukti cukup efektif menghalau keparahan varian Delta.

"Baik vaksin Pfizer maupun AstraZeneca terbukti efektif dalam mengurangi risiko infeksi SARS-CoV2 dan risiko rawat inap Covid-19 pada orang dengan infeksi varian Delta," ungkap Prof Ari. Ia menambahkan sedikit, "Tetapi efek infeksi virus tampaknya berkurang jika dibandingkan dengan mereka yang terinfeksi varian Alpha," singkatnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini