Epidemiolog Ingatkan Potensi Puncak Kembar Varian Covid-19, Apa Artinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 481 2426626 epidemiolog-ingatkan-potensi-puncak-kembar-varian-covid-19-apa-artinya-wABRLC8dqa.jpg Ilustrasi (Foto : Reuters)

Varian Covid-19 semakin banyak ditemukan di Indonesia. Kementerian Kesehatan sudah mencatat bahwa 12 provinsi memiliki kasus varian Covid-19. Varian Delta Covid-19 yang paling disorot karena belakangan ini banyak ditemukan di Kudus.

Tapi, Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, memeringati Indonesia akan bahaya serangan potensi puncak kembar. Apa artinya?

"Jadi, saya melihat akan adanya lonjakan kasus dua varian Covid-19 di Indonesia, yaitu varian Alpha dan varian Delta dan keduanya bisa saja muncul dalam waktu yang berdekatan," kata Dicky pada MNC Portal, Kamis (17/6/2021).

Pasien Covid-19

(Ilustrasi)

Namun, sambung Dicky, kemunculan pertama kasus akan 'di-lead' varian Alpha (B.1.1.7) yang pertama teridentifikasi di Inggris. "Varian ini akan memuncak di akhir Juni 2021," kata Dicky.

Baca Juga : Vaksin Nusantara Dilarang, Hati Terawan Terluka

Lalu, akan disambung dengan potensi kemunculan varian Delta yang sudah semakin banyak ditemukan di masyarakat. Menurut Dicky, puncak varian Delta akan dimulai dari Juli 2021.

"Kehadiran potensi puncak kembar varian Covid-19 ini bukan semata-mata karena meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik, tetapi akumulasi dari perjalanan setahun pandemi Covid-19 di Indonesia mulai dari libur tahun baru, Pemilu, atau juga momen liburan," papar Dicky.

Baca Juga : Ahli Sebut Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Kurangi Keparahan Varian Delta Covid-19

Dengan adanya potensi puncak kembar ini, Dicky mengharapkan adanya upaya serius dari pemerintah dan juga masyarakat supaya penyebaran varian tidak semakin meluas di masyarakat. Harapannya jelas agar potensi tersebut tidak terjadi.

" Adanya potensi puncak kembar varian Covid-19 ini mesti segera diantisipasi baik oleh pemerintah maupun masyarakat supaya kemungkinan lonjakan kasus yang parah tidak terjadi. Tentu, dengan memperkuat 3T oleh pemerintah dan juga vaksinasi yang lebih kuat, dan untuk masyarakat semakin disiplin menjalankan 5M," sarannya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa faktor penentu lonjakan kasus di Indonesia adalah tingginya pergerakan masyarakat selama Ramadhan, khususnya pada arus mudik dan arus balik. Faktor itu juga yang menjadi penyumbang angka kasus di Kudus yang kini masih terus berjuang melawan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini