Mengenal Varikokel, Varises pada Testis yang Bisa Sebabkan Infertilitas

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 612 2426782 mengenal-varikokel-varises-pada-testis-yang-bisa-sebabkan-infertilitas-L929lMqLcN.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SESEORANG bisa diklaim mengalami infertilitas atau ketidaksuburan jika tidak kunjung mendapat tanda kehamilan, setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom, setidaknya selama 12 bulan. Nah, jika sudah begitu ada baiknya pria menjalani analisis sperma.

Siapa tahu, Anda atau pasangan mengalami Varikokel (varises pada skrotum). Pasalnya, varikokel terjadi pada 15% dari semua pria, dan 40% di antaranya membawa akibat pria tidak subur.

Varikokel adalah varises atau pembesaran vena yang terjadi pada skrotum. Kondisi ini pun menyebabkan pembengkakan yang biasanya menyerupai pembesaran di atas testis, tanpa perubahan warna.

Pleksus pampiniformis adalah sekelompok vena di skrotum. Vena-vena ini membantu mendinginkan darah sebelum mengalir ke arteri testis, yang memasok darah testis. Jika testis terlalu panas, maka sperma yang sehat tidak dapat diproduksi.

Kesehatan sperma memengaruhi kesuburan, jadi penting bagi pembuluh darah untuk mendinginkan darah. Kebanyakan orang dengan varikokel tidak memiliki gejala, tetapi beberapa mungkin mengalami masalah kesuburan. Ketika seseorang memiliki varikokel, mereka mungkin juga mengalami pembengkakan dan kelembutan skrotum

Testis

Nah, agar dapat membuahi sel telur, seorang pria membutuhkan air mani, atau ejakulasi, yang mengandung cukup sperma baik. Nah, memiliki varikokel akan menghambat sperma melalui proses itu, dan menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur (infertilitas).

Varikokel dapat meningkatkan suhu testis, yang memengaruhi perkembangan sperma. Peningkatan suhu ini memiliki dua efek. Pertama, menyebabkan penurunan produksi testosteron, yang merupakan hormon pria yang terlibat dalam produksi sperma.

Penurunan testosteron akan menyebabkan penurunan jumlah sperma yang diproduksi, dan juga dapat menyebabkan cacat dalam perkembangan sperma. Akibatnya, kemampuan sperma untuk berenang (motilitas) menjadi terganggu.

Sementara itu, efek kedua, peningkatan suhu juga diperkirakan menyebabkan peningkatan spesies oksigen reaktif yang bisa merusak DNA dan membran sperma, atau lapisan luar. Semua efek ini merusak kesehatan sperma.

Sebuah studi tahun 2014 mengumpulkan data pada 816 pria dengan masalah infertilitas. Hampir sepertiganya dinyatakan memiliki varikokel.

Artinya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa varikokel terkadang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur. Namun, bukan berarti pria dengan varikokel selalu memiliki masalah infertilitas.

Orang dengan varikokel memiliki tantangan tersendiri dalam memiliki sang buah hati. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa memilikinya.

Sebuah studi di tahun 2012 menemukan beberapa bukti bahwa mengobati varikokel dapat meningkatkan kesuburan, terutama jika penyebab infertilitas pasangan tidak diketahui. Namun, penelitian ini masih perlu pengamatan lebih lanjut.

Tonjolan pembuluh darah pada orang dengan varikokel dapat merusak sperma dan mengurangi jumlah sperma. Namun, pada orang dengan jumlah sperma rata-rata, varikokel bisa saja tidak memengaruhi kesuburan laki-laki.

Itu sebabnya, saat kehamilan yang diharapkan tak kunjung datang, sangat penting untuk melakukan berbagai tes, termasuk tes jumlah sperma. Varikokel bukanlah satu-satunya penyebab seorang pria menjadi tidak subur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini