Dokter Jantung: Semua Jenis Olahraga Bisa Picu Serangan Jantung

Antara, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 612 2426919 dokter-jantung-semua-jenis-olahraga-bisa-picu-serangan-jantung-VOnKZlBSYg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA hari lalu, pesepakbola Christian Eriksen tumbang di tengah pertandingan. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan karena respons cepat para paramedis.

Kejadian serupa pun terjadi pada peblutangkis Indonesia Markis Kido. Sayangnya, nyawa Markis Kido tidak bisa terselamatkan. Dia pun harus tutup usia di lapangan Badminton.

Spesialis jantung dr. Darwin Maulana, Sp.JP, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, semua jenis olahraga dapat memicu serangan jantung, terutama high intensity training atau latihan kardio dengan intensitas tinggi.

"Pemilihan olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi kebugaran dan kesehatan jantung menjadi sangat penting. Untuk seseorang yang hendak melakukan high intensity training, sangat disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantungnya kepada dokter," kata dia.

"Dokter jantung akan memberikan resep olahraga sesuai dengan kemampuan dan kesehatan jantung seseorang saat itu dengan parameter FITT (Frequency, Intensity, Time, Type),” tambahnya.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) tersebut menjelaskan, olahraga yang tepat untuk menghindari serangan jantung adalah jenis olahraga aerobik dan hindari olahraga berjenis resistance training (olahraga angkat beban atau pembentukan massa otot).

Olahraga tepat, sesuai dengan kondisi kebugaran dan kesehatan jantung, dapat menghindari serangan jantung. Olahraga yang telah diresepkan oleh dokter berdasarkan FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) akan meningkatkan metabolisme lemak dan kolesterol berlebih dalam darah yang pada akhirnya dapat mencegah sumbatan pembuluh darah koroner dan terhindar dari serangan jantung.

"Setiap orang sebaiknya berolahraga yang sesuai dengan kondisi dan kesehatan jantung atau berdasarkan resep olahraga dari dokter. Jika seseorang belum mengetahui kondisi kesehatan jantungnya, disarankan untuk melakukan olahraga tipe aerobik dengan intensitas ringan-sedang, dengan peningkatan denyut jantung 10-20 kali per menit dari denyut jantung awal sebelum olahraga," tambahnya.

Serangan jantung pun bisa terjadi saat berolahraga bila kerja jantung terlalu terbebani. Jadi, ketika seseorang melakukan olahraga dengan intensitas yang melebihi kemampuan jantung, terlebih belum diketahuinya kondisi kesehatan jantung saat melakukan olahraga, maka hal tersebut dapat membebani kerja jantung, sehingga dapat menyebabkan gangguan pada jantung.

Dia menjelaskan, olahraga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang teratur yang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi jasmani dan rohani dan secara tidak langsung dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.

Namun, penting untuk memilih intensitas yang sesuai ketika seseorang memiliki riwayat penyakit jantung koroner ataupun risikonya seperti hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit diabetes, perokok, atau memiliki keturunan penyakit jantung pada keluarga.

“Terlebih jika telah terdapat gejala-gejala penyakit jantung koroner seperti nyeri dada saat beraktivitas, cepat lelah, sesak nafas jika berjalan jauh atau menaiki tangga, berdebar, dan lain sebagainya,” ujar dia.

Olahraga dapat meningkatkan permintaan darah dan oksigen ke dalam otot jantung. Pada pasien dengan penyakit jantung koroner, terdapat sumbatan aliran darah koroner yang dapat menurunkan suplai darah ke dalam otot jantung.

“Di sini yang pada akhirnya terjadi mismatch antara suplai and permintaan yang berujung perburukan kondisi otot jantung. Terlebih jika terjadi penyumbatan koroner yang tiba-tiba (rupture plaq) saat berolahraga sehingga menyebabkan serangan jantung,” jelas dia.

Serangan jantung mendadak juga bisa dipicu konsumsi makanan dan minuman yang meningkatkan kadar gula serta kolesterol tinggi, juga lupa minum obat jantung bagi pasien yang sudah didiagnosis penyakit jantung koroner.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini