Lonjakan Kasus Covid-19 Bisa Ditekan dengan PPKM Mikro Lockdown

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 481 2427100 lonjakan-kasus-covid-19-bisa-ditekan-dengan-ppkm-mikro-lockdown-GZDZodooJK.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Pixabay)

SAAT ini Indonesia memasuki fase lonjakan kasus Covid-19 sesuai prediksi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Ya, dia sudah memperkirakan akan adanya kenaikan konfirmasi positif Covid-19 yang tinggi di akhir Juni 2021.

Hal tersebut, kata Menkes Budi, berdasarkan pengalaman empiris di setiap libur panjang sebelumnya, yaitu libur Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri, dan libur panjang lainnya biasanya kenaikan kasus Covid-19 itu akan mencapai puncaknya sekitar 5 sampai 7 pekan.

 Varian baru corona

"Jadi kemungkinan kenaikan kasus (Covid-19) diperkirakan akan sampai puncaknya di akhir bulan Juni. Sehingga arahan Bapak Presiden atau lebih pastikan bahwa seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3 M," katanya di awal Juni 2021.

Dengan demikian kesiapan rumah sakit perlu dipastikan, terutama ketersediaan tempat tidur. Kapasitas tempat tidur di Indonesia saat ini sebanyak 72 ribu.

Tak hanya kesiapan rumah sakit, Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyarankan agar dilakukan pengetatan PPKM Mikro, bahkan menerapkan Mikro Lockdown sebagai upaya menurunkan kurva kasus Covid-19.

"Tentunya puncak kasus itu masih bisa kami tekan, ya. Artinya kami bisa melandaikan kurva. Bagaimana mengatasi pandemi, ya, melandaikan kurva. Ini yang terus kami atasi," ungkapnya

"Jadi memang betul-betul apa yang artinya melakukan PPKM mikro, melakukan evaluasi, kapan harus melakukan mikro lockdown atau pengetatan tertentu ini harus dilakukan berdasarkan analisa daerah per daerah," papar Siti Nadia.

Nada serupa juga disampaikan Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, bahwa salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk menurunkan kurva kasus Covid-19 adalah memperketat PPKM Mikro.

"Pemerintah harus menyiapkan strategi pengetatan PPKM Mikro sebagai opsi darurat untuk meredam lonjakan kasus yang bisa sangat begitu besar," kata Epidemiolog Griffith University, Australia, dr Dicky Budiman, belum lama ini.

Selain itu, kata dr Dicky, pemerintah juga mesti memperluas cakupan 3T di masyarakat. Meski, Indonesia memiliki keterbatasan dalam surveilans genomic-nya di tengah lonjakan kasus. "Minim sekali 3T-nya di tengah positivity rate Covid-19 tinggi, jauh di atas 5 persen. Jadi harus diperkuat lagi 3T-nya," tegasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini