Varian Baru Covid-19 Timbul karena Vaksinasi? Ini Faktanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 481 2427339 varian-baru-covid-19-timbul-karena-vaksinasi-ini-faktanya-I9MA5tIs3i.jpg Ilustrasi varian baru covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

BELUM lama ini beredar video yang mengklaim vaksinasi covid-19 dapat menyebabkan munculnya varian baru. Kabar tersebut juga menyatakan varian baru covid-19 terbentuk untuk menghindari antibodi yang diciptakan dorongan vaksinasi global.

Sebagaimana diketahui, saat ini memang terjadi banyak sekali mutasi covid-19 di dunia. Virus memiliki sifat layaknya makhluk hidup lainnya. Mereka akan berevolusi untuk bertahan hidup. Fungsi utamanya adalah membuat diri mereka menjadi lebih sulit dibasmi. Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengategorikan beberapa virus.

Baca juga: Penggunaan Masker Kain Tak Disarankan Jika Tak Dilapisi Masker Medis 

Kategori varian of concern (VOC) yakni Alpha (B117 dan B117+E484K), Beta (B1351), Gamma (P.1), Delta (B16172). Sementara varian of interest (VOI) terdiri dari Eta (B1525), Epsilon (B1427 dan B1429), Theta (P3 dan B1616), Kappa (B16171, B1620, dan B1621).

Terbaru adalah mutasi virus corona yang diberi nama Lambda berasal dari Peru yang saat ini mengacaukan wilayah Amerika Selatan.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

Lantas, apakah benar vaksinasi global mendorong terciptanya varian baru covid-19? Merangkum dari unggahan akun Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, Jumat (18/6/2021), dipastikan bahwa klaim tersebut keliru. KPCPEN pun coba memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Profesor Mikrobiologi dan Imunologi di University of Iowa dr Stanley Perlman menjelaskan bahwa varian baru covid-19 terjadi karena adanya mutasi dan tidak disebabkan vaksinasi. Tidak ada bukti vaksin menyebabkan timbulnya varian baru covid-19.

Baca juga: WHO Umumkan Varian Baru Covid-19 Bernama Lambda 

Ketika seseorang divaksinasi, mereka cenderung tidak tertular atau menularkan virus, dan karena itu lebih kecil kemungkinannya tertular serta menularkan varian virus covid-19.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak takut dan panik serta harus memilah informasi dengan teliti. Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti posting-an di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini