Penggunaan Masker Kain Tak Disarankan Jika Tak Dilapisi Masker Medis

Antara, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 612 2427289 penggunaan-masker-kain-tak-disarankan-jika-tak-dilapisi-masker-medis-64yBUx8eCJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAAT ini penggunaan masker kain memang lebih banyak digemari, ketimbang masker medis. Pasalnya, masker kain dapat digunakan berkali-kali, sementara masker medis hanya beberapa saat.

Tapi, apakah masker kain bisa melindungi kita layaknya masker medis? Vaksinolog dan spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan, penggunaan masker kain tiga lapis saat ini tidak disarankan, kecuali bila Anda melapisinya dengan masker bedah agar bisa lebih terlindung.

"Masker kain sudah tidak dianjurkan, lagipula masker bedah sudah banyak tersedia dan harganya terjangkau, gunakan hanya masker berkualitas," kata Dirga.

Dirga mengatakan, penggunaan masker sangat penting untuk mencegah penularan dalam protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Masker medis terbukti masih paling efektif jika digunakan dengan tepat.

Masker

"Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor," katanya.

Selain itu, hati-hati juga saat membuka masker di tempat umum, pastikan hanya membuka masker untuk alasan penting seperti makan dan minum, juga praktikkan cara yang benar. Lepas tali elastis dari telinga, jauhkan masker dari pakaian dan wajah untuk menghindari permukaan masker yang bisa saja terkontaminasi.

Setelah itu, buang di tempat sampah, kemudian bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol.

Pemerintah Indonesia terus menggencarkan percepatan program vaksinasi nasional sebagai upaya melindungi masyarakat. Pemerintah menargetkan pemberian vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk atau 70 persen dari total populasi untuk mencapai kekebalan komunal.

Meski demikian, dalam menangani pandemi Covid-19, masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan satu proteksi kesehatan saja, perlindungan dari luar dengan penerapan protokol kesehatan pun penting untuk terus digalakkan.

"Saat ini, persentase penduduk Indonesia yang telah divaksin 1 kali sebesar 11 persen dan vaksinasi lengkap sebesar 6,3 persen. Angka tersebut masih terbilang kecil dari total populasi Indonesia saat ini. Apalagi, saat ini kita dihadapkan pada ancaman berupa mutasi virus baru yang mulai ditemukan di tanah air," katanya.

Dia melanjutkan, kewaspadaan perlu semakin ditingkatkan karena kehadiran vaksin memang menjadi langkah pencegahan yang penting diambil untuk membentuk kekebalan komunal, namun tidak ada langkah pencegahan yang 100 persen efektif.

"Memadukan perlindungan dari dalam dan luar menjadi upaya yang bisa kita lakukan bersama, untuk mengurangi risiko terpapar atau tertular virus," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini