IDAI Nilai Penanganan Covid-19 Anak Belum Maksimal, Ini Buktinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 481 2427646 idai-nilai-penanganan-covid-19-anak-belum-maksimal-ini-buktinya-vWKsvUVLHW.jpg Ilustrasi cegah covid-19 pada anak. (Foto: Freepik)

SITUASI covid-19 di Indonesia makin tidak terkenali. Hal ini disebabkan meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang lalu. Akibatnya, kasus aktif covid-19 melonjak dengan pesat di sejumlah daerah Indonesia. Mirisnya, lonjakan kasus ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi kelompok anak-anak juga turut terpapar.

Data terbaru yang dihimpun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga 17 Juni 2021 tercatat ada 661 kasus covid-19 pada anak usia 0–18 tahun. Sebanyak 144 di antaranya adalah kelompok anak di bawah 5 tahun (balita).

Baca juga: Covid-19 Melonjak, Ketua IDAI Tidak Izinkan Anak-Anak Sekolah Tatap Muka 

Lebih mengenaskannya lagi hingga saat ini tidak semua rumah sakit menyediakan perawatan khusus untuk kelompok anak-anak yang terinfeksi covid-19.

Ilustrasi covid-19 anak. (Foto: Prostooleh/Freepik)

Dalam 'Konferensi Pers Perhimpunan 5 Profesi Dokter terkait Melonjaknya Kasus Covid-19 di Indonesia', Jumat 18 Juni 2021, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan SpA(K) FAAP mengatakan sampai saat intensive care unit (ICU) khusus anak tidak tersedia di sebagian rumah sakit.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Jaga Kesehatan Anak di Masa Melonjaknya Kasus Covid-19 

"ICU khusus anak belum banyak dimiliki rumah sakit. Lalu saat ini sumber daya manusia (SDM) juga jumlahnya menurun, termasuk dokter dan perawat. Selain itu, obat-obatan khusus anak juga tidak tersedia di banyak fasilitas kesehatan (faskes). Banyak hal yang bisa membuat kita kolaps," kata dr Aman.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan mengenai data nasional yang menunjukkan proporsi kasus covid-19 pada anak di usia 0–18 tahun sebesar 12,5 persen. Jumlah tersebut mengartikan bahwa dari 8 kasus konfirmasi positif covid-19, 1 orangnya adalah usia anak.

Lebih lanjut, data IDAI juga menunjukkan bahwa vatality rate kasus kovid-19 pada anak di Indonesia itu 3 sampai 5 persen. "Dengan data tersebut, Indonesia menempati posisi pertama kematian anak akibat covid-19 di dunia," ungkap dr Aman.

"Saya sering mengatakan bahwa 50 persen kematian anak itu balita, bukan balita itu meninggal 50 persen. Jadi dari seluruh yang meninggal pada anak, 50 persennya balita. Nah, kita lihat saja di DKI itu 144 pasien covid-19-nya balita," jelasnya.

Baca juga: Kelompok Antivaksin Masih Berkeliaran, Ketua IDAI Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat! 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini