Hebat! Skincare Lokal Mulai Berani Tunjuk Penyandang Down Syndrome Jadi Model

Antara, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 611 2428201 hebat-skincare-lokal-mulai-berani-tunjuk-penyandang-down-syndrome-jadi-model-8zgSHD9LUx.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KESETARAAN gender memang terus digaungkan oleh banyak orang di seluruh dunia. Namun yang juga tidak kalah penting adalah kesetaraan bagi setiap orang, termasuk memberikan kesempatan bagi rekan-rekan difabel.

Oleh karena itu, dunia mode di seluruh dunia pun mulai meningkatkan awareness akan peran para difabel. Nah, baru-baru ini produk perawatan kulit, skincare asal Indonesia, Elsheskin memilih penyandang down syndrome bernama Namira untuk menjadi model.

Elsheskin pun ingin mendobrak batasan industri kecantikan yang kerap kali mengglorifikasi kecantikan dengan karakteristik fisik tertentu dengan menggandeng model berusia 23 tahun tersebut.

Cantik, menurut Elsheskin tak harus selalu berkulit putih, hidung mancung, langsing, rambut panjang, dan lain sebagainya. Anggapan itu muncul karena adanya standar kecantikan yang keliru di tengah keseharian kita, yang dibawa oleh pemasaran produk-produk kecantikan.

Down Syndrome/Antara

"Setiap perempuan punya sisi cantiknya tersendiri. Ini tentang bagaimana perempuan bisa percaya diri untuk mengeluarkan dan meng-embrace kecantikannya dengan menyebarkan semangat positif baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Perempuan berjerawat itu normal, tone kulit yg berbeda-beda itu anugerah," kata Cyntha Octavia, CEO ElshéSkin.

Dia pun berharap perempuan Indonesia lebih mencintai diri sendiri dan segala kekurangannya. Misalnya, “walaupun berjerawat jangan sampai kita merendahkan diri sendiri dan orang lain.”

Jerawat, kulit gelap, dan hal-hal yang sejauh ini dianggap dapat mengurangi nilai kecantikan, sejatinya sesuatu yang normal dimiliki oleh manusia.

"Bahwasannya, tak ada satu pun manusia yang sempurna, dan ketidaksempurnaan merupakan hal yang dimaklumi," kata Cyntha menambahkan.

Menurutnya, banyak perempuan yang tak sadar bahwa dirinya lebih cantik dari sebatas kondisi fisiknya. “Kamu cantik dengan kekurangan dan kelebihanmu. Let’s embrace our real beauty and our imperfections,” tutur dia.

Pemilihan perempuan penyandang down syndrome bukan tanpa alasan. Cyntha Octavia mengatakan, langkah tersebut dapat semakin memperjelas anggapan bahwa nilai kecantikan tak pernah memandang apa pun dan siapa pun.

“Dengan menggunakan model penyandang down syndrome, kami ingin membuktikan kepada perempuan Indonesia bahwa mereka yang secara medis dianggap memiliki kekurangan, tetap memiliki sisi cantik pada dirinya, jika Namira bisa membuktikan kepercayaan dirinya tentu kita semua bisa” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini