Share

Lukisan Mona Lisa 'KW' Dijual Rp49,8 Miliar, Pecahkan Rekor Reproduksi Termahal

Antara, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 612 2428516 lukisan-mona-lisa-kw-dijual-rp49-8-miliar-pecahkan-rekor-reproduksi-termahal-atotjxwNyw.jpg Lukisan Mona Lisa. (Foto: Reuters)

KARYA seni legendaris memang memiliki harga yang tidak ternilai. Biasanya, mereka dimiliki oleh kolektor-kolektor seni maha kaya atau diletakkan di museum.

Memang, karya seni seperti lukisan milik Leonardo da Vinci tidak mungkin lagi dijual kepada perorangan, karena nilainya yang terlalu tinggi. Tapi, berbeda ceritanya ketika lukisan itu hanyalah lukisan tiruan alias kw.

Seorang kolektor Eropa membeli lukisan tiruan Mona Lisa dari Leonardo da Vinci yang dibuat pada abad ke-17 dengan harga 2,9 juta euro (sekitar Rp49,8 miliar), rekor untuk reproduksi Mona Lisa, dalam lelang di Christie's Paris, Jumat waktu setempat.

Dikenal sebagai "Hekking Mona Lisa", dinamai dari pemilik lukisan yang berusaha meyakinkan orang-orang bahwa lukisan tiruan yang dia punyai pada 1950-an adalah yang asli, lukisan ini adalah satu dari banyak reproduksi dari Mona Lisa asli yang dipamerkan di museum Louvre Paris.

Mona LIsa

"Ini luar biasa, ini rekor untuk reproduksi Mona Lisa," kata juru bicara Christie's dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan ada 14 penawar di lelang internasional itu dan di jam terakhir, penawaran naik dari 500.000 menjadi 2,4 juta euro, sebelum harga akhir 2,9 juta euro.

Lukisan asli Mona Lisa di Louvre tidak dijual. Tapi pada 2017, Christie's New York menjual "Salvator Mundi" dari da Vinci seharga USD450 juta atau sekira Rp6,5 triliun untuk seorang penawar via telepon yang identitasnya tidak diungkap, membuatnya jadi karya seni paling mahal yang terjual di pelelangan.

Sekadar informasi, Leonardo da Vinci mulai melukis Mona Lisa sekitar tahun 1503 dan berada di studionya ketika dia meninggal tahun 1519. Dia kemungkinan mengerjakannya sesekali selama beberapa tahun dan menambahkan beberapa lapisan minyak tipis pada waktu yang berbeda.

Selama beberapa abad, lukisan itu tersembunyi di istana Prancis, sampai ada pemberontakan yang menyatakan koleksi kerajaan sebagai milik rakyat saat Revolusi Prancis (1787-1799).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini