Sejarah Ivermectin Obat Antiparasit Paling Bagus di Dunia, Ternyata Diciptakan Orang Jepang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 04:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 612 2428768 sejarah-ivermectin-obat-antiparasit-paling-bagus-di-dunia-ternyata-diciptakan-orang-jepang-Jwp17sz6pW.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OBAT Ivermectin telah resmi digunakan untuk mengobati pasien Covid-19, setelah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nantinya, PT Indofarma (Persero) akan menjadi penanggung jawab yang membuat obat tersebut.

Ditargetkan, produksi ivermectin bisa mencapai 4 juta per bulan. Lantas, sebenarnya apa sih ivermectin itu sampai dipercaya mengobati penderita Covid-19, meskipun tidak membunuh virus.

Merangkum dari laman Satoshi Omura, ivermectin adalah salah satu obat antiparasit yang paling sukses di dunia dalam kedokteran hewan dan manusia. Saking mujarabnya, ivermectin menjadi obat anthelmintik dan antiparasit untuk hewan dengan penjualan global tahunan lebih dari USD1 miliar atau setara Rp14,4 triliun sejak pertengahan 1980-an. 

Ivermectin telah disumbangkan secara gratis sejak 1987 oleh produsennya yakni Merck & Co. Inc, untuk memerangi river blindness/onchocerciasis (infeksi cacing gelang Onchocerca volvulus) pada orang-orang di seluruh daerah tropis. Obat ini juga sekarang digunakan untuk mengobati strongyloidiasis dan kudis pada manusia. 

Ivermectin ditemukan dan dikembangkan melalui kolaborasi internasional yang unik dari sektor publik dan swasta. Profesor Satoshi Omura dan tim Kitasato-nya telah memegang peranan penting di jantung proses pembuatan obat ini. 

Mereka berdedikasi untuk mencari lebih banyak senyawa dari mikroorganisme yang dapat membawa manfaat besar bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. 

Sejarah ivermectin juga pernah mencakup program donasi obat pertama dan terbesar di dunia. Saat ini obat tersebut digunakan secara gratis dalam dua program eliminasi penyakit global yang bermanfaat bagi miliaran orang termiskin di dunia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini