HUT Ke-494 Jakarta, Yuk Kulik Lagi Sejarah Roti Buaya Khas Betawi

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 298 2429169 hut-ke-494-jakarta-yuk-kulik-lagi-sejarah-roti-buaya-khas-betawi-nYzCX2kpUl.jpg Ilustrasi roti buaya. (Foto: Instagram @resepnoonameda)

HARI ini, Selasa 22 Juni 2021, menjadi momen Hari ulang tahun (HUT) DKI Jakarta. Tahun ini Ibu Kota tepat berusia 494 tahun. Membahas Kota Jakarta, tidak lepas dari budaya Betawi. Mulai keseniannya hingga kuliner-kuliner khas yang bercita rasa unik serta tidak terlupakan.

Salah satu kuliner khas Jakarta yang cukup populer dan masih eksis hingga kini adalah roti buaya. Sesuai namanya, ini merupakan hidangan berupa roti dalam bentuk buaya yang biasanya ada di upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.

Baca juga: Milad Ke-494 Jakarta, Yuk Ketahui Masjid-Masjid Bersejarah di Ibu Kota 

Berdasarkan data yang dihimpun Litbang MNC Portal Indonesia, roti buaya adalah lambang kesabaran. Sebab, biasanya buaya sangat jeli dan sabar menunggu buruannya. Beberapa orang juga beranggapan jika buaya adalah lambang kejantanan.

Roti buaya. (Foto: Okezone)

Selain itu, ini berkaitan juga dengan Jakarta yang dikelilingi oleh 13 sungai atau kali dan menjadikan masyarakatnya sebagai "masyarakat sungai". Beberapa sungai atau kali yang mengelilingi Jakarta adalah Kali Lebak Bulus, Kali Cideng, dan Kali Gunung Sahari. Diketahui di Kali Gunung Sahari itulah sering terlihat sepasang buaya putih yang Bernama Ki Srintil dan Ni Srintil.

Baca juga: HUT Ke-494 DKI, Anies Paparkan Tema "Jakarta Bangkit" 

Sementara peneliti sejarah Betawi JJ Rizal mengatakan sifat buaya yang hanya kawin sekali di sepanjang hidupnya juga menjadi inspirasi lain dari lahirnya roti buaya. Oleh karena itu, roti buaya dalam acara pernikahan diharapkan bisa menjadi contoh bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan.

Di acara pernikahan, roti buaya dijadikan hantaran mempelai pria kepada mempelai wanita. Saat dipakai sebagai hantaran, roti buaya juga harus dalam kondisi yang bagus, tanpa adanya cacat sebelum resmi diterima oleh pengantin wanita.

Ukuran dari tiap-tiap roti buaya juga dipercaya akan berkaitan dengan masa depan rumah tangga calon mempelai. Masyarakat percaya bahwa makin besar ukuran dan makin keras tekstur roti buaya, maka nasib pernikahan itu diyakini akan makin baik.

Kepercayaan lainnya juga berkembang untuk seseorang yang sedang single atau sendiri. Sebagian masyarakat Betawi percaya bahwa orang yang belum menikah lalu memakan roti ini maka kelak akan cepat bertemu jodoh.

Baca juga: Ibu Kota Ultah, Begini Cara Bikin Twibbon Ucapan Selamat HUT DKI Jakarta ala Okezone 

Roti buaya. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini