Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 481 2429036 isolasi-mandiri-diperbolehkan-tapi-segera-ke-rs-jika-alami-gejala-ini-gbsRlkv2xA.jpg Gejala Covid-19 (Foto: Medical news today)

MELONJAKNYA kasus Covid-19 di Tanah Air membuat sebagian besar kamar rawat inap rumah sakit menjadi penuh. Alhasil masyarakat tanpa gejala yang positif Covid-19 diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah untuk mengurangi jumlah kuota kamar rumah sakit yang tersedia saat ini.

Meski demikian, selama melakukan isolasi mandiri, seseorang wajib mengamai betul kondisi tubuhnya masing-masing. Sebab jika muncul beberapa gejala akibat infeksi Covid-19 seseorang harus bergegas menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

 isolasi mandiri

Dalam sesi jumpa pers usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan kriteria pasien yang perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dan bergejala seperti sesak napas harus dirujuk ke rumah sakit yang telah ditetapkan pemerintah.

“Untuk yang diisolasi dan bergejala, khususnya dia ada komorbid, khususnya saturasinya di bawah 95 persen, khususnya sudah mulai sesak, itu dibawa ke rumah sakit," kata Menkes Budi.

Seperti dikutip Times of India, tak hanya penyintas komorbid saja yang harus mendapatkan perawatan. Namun ada dua indikator lain yang menunjukkan gejala berat dan mengharuskan seseorang dirujuk ke rumah sakit. Di antaranya adalah:

1. Demam yang menetap selama lebih dari 5 atau 6 hari

Meski demam selalu menjadi indikator klasik dari Covid-19, tingkat keparahan dan durasi demam bisa menandakan keparahan terkait kesehatan seseorang. Awalnya demam ringan yang disertai menggigil dan nyeri tubuh dikaitkan dengan Covid-19. Jika masalah tidak mereda atau tidak melihat demam turun setelah 5 hari, itu bisa menjadi indikator sesuatu yang serius, atau virus sangat menginfeksi jaringan sehat.

2. Kehilangan nafsu makan dan masalah pencernaan

Indikator lainnya yang menandakan seseorang membutuhkan perawatan intensif adalah kehilangan nafsu makan, kelelahan, dan mual. Semua tanda tersebut adalah tanda dari gangguan fungsi gastrointestinal. Gejala ini dianggap sebagai tanda penyebaran infeksi yang parah.

Makan lebih jarang, atau tidak makan dengan baik selama periode infeksi tak hanya menghambat pemulihan, tetapi juga memengaruhi metabolisme dan membuat berat badan Anda turun. Metabolisme dan nutrisi yang terganggu dapat mempersulit tubuh untuk mendukung pertumbuhan, penyembuhan, dan fungsi organ vital.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini