BPOM Ingatkankan Ivermectin Obat Keras, Tak Bisa Dibeli Online!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 481 2429279 bpom-ingatkankan-ivermectin-obat-keras-tak-bisa-dibeli-online-uUlOaujOEa.jpg BPOM imbau Ivermectin tak dijual online (Foto : New Frame)

PERNYATAAN Menteri BUMN, Erick Thohir dalam konferensi pers pada Senin 21 Juni 2021 terkait potensi ivermectin tengah menjadi perbincangan yang menarik di masyarakat.

Selain itu, Erick juga percaya bahwa PT Indofarma (Persero) Tbk selaku produsen obat ivermectin 12 mg memiliki kemampuan dalam memproduksi produk generik ini secara massal dengan kapasitas yang diharapkan mencapai 4 juta per bulan.

Sebagaimana diketahui BPOM sebelumnya telah memberikan izin edar ivermectin sebagai obat cacing yang ampuh. Namun hingga saat ini masih diperlukan uji klinik untuk memastikan ivermectin sebagai obat dalam terapi pengobatan Covid-19.

Saat ini ivermectin memang dijual di pasaran, namun ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika ingin menggunakan obat tersebut. Sebab ivermectin adalah obat keras yang memiliki efek samping bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Ivermectin

"Selalu setiap obat, apalagi ivermectin ini adalah obat keras tidak bisa dibeli di mana saja apalagi di online. Jadi kami mengimbau untuk tidak dijual secara online. Atau dijual secara online asalkan ada resep atau penyerahan melalui adminnya atau apoteker," terang Penny dalam sesi jumpa pers, Selasa (22/7/2021).

Baca Juga : Catat! BPOM Keluarkan Izin Edar Ivermectin sebagai Obat Cacing, Bukan Covid-19

Penny menambahkan apabila masyarakat ingin membeli ivermectin secara online silahkan tapi harus memenuhi prosedur-prosedur dalam distribusi obat yang baik yakni harus melalui apoteker, menggunakan resep dari dokter.

"Obatnya adalah berbahan kimia dan bukan obat natural untuk melawan kecacingan. Tapi ini obat kimia yang bisa ada efek sampingnya sehingga termasuk obat keras dan harus ada resep dokter," tambahnya.

Lebih lanjut BPOM akan terus melakukan pengawasan dan akan bekerjasama dengan Kominfo dan Asosiasi Pedagang Online untuk melakukan penurunan, kecuali online tersebut memiliki regulasi dengan distribusi yang baik.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini