GeNose Diklaim Tak Efektif, Dokter Relawan: Itu Opini dari Twitter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 612 2429172 genose-diklaim-tak-efektif-dokter-relawan-itu-opini-dari-twitter-Zmh5eRVTtY.jpg GeNose. (Foto: Okezone)

ALAT tes Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose, memang menjadi salah satu tes yang dipercaya dan digunakan di beberapa tempat. Tapi, keberadaan GeNose disebut malah mempercepat penyebaran Covid-19.

Hal ini, lantaran adanya kabar bahwa pelaku perjalanan moda transportasi lebih memilih menggunakan GeNose agar bisa mendapatkan hasil negatif Covid-19. Sebab sebagian pelaku perjalanan mendapatkan hasil negatif saat dites menggunakan GeNose.

Padahal, mereka dinyatakan positif saat melakukan pemeriksaan antigen. Kondisi tes yang tidak akurat inilah yang dinilai Pakar Biologi Molekuler, Ahmad Utomo menjadi dalang dari kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Menanggapi hal tersebut, Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bahwa tim peneliti wajib mengeluarkan klarifikasi terlebih dahulu mengenai masalah ini, jika memang ditemukan kejadian postpositive Covid-19.

“Sebab ini adalah opini dari Twitter. Kita butuh data klarifikasinya, apakah orangnya diwawancarai. Sebab kalau kita hanya mengetahui informasi yang sedikit-sedikit seperti ini, apalagi ditanya bagaimana?" terang dr. Fajri saat diwawancarai MNC Portal.

"Ini tentu harus dikaji dan tidak bisa langsung menyimpulkan hanya dari 2-3 kalimat,” tambah dia.

Menurutnya, dibutuhkan tanggapan dari regulator Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK). Pasalnya, klarifikasi dan penjelasan dari lembaga yang berwenang atau pihak yang terkait dengan GeNose sangat penting untuk menjelaskan tentang penyebab utama kasus ini

“Jika ada masalah pada vaksin, yang dimintai pertanggungjawaban adalah BPOM, nah kalau alat lembaganya apa dari pemerintah? Kalau tidak salah BPFK atau mungkin lembaga lain yang lebih berwenang," kata dia.

"Setelah dievaluasi, lantas bagaimana perkembangan ke depannya? Tidak aneh jika saat ini banyak pertanyaan. Sebab saat itu publik banyak bertanya tentang bagaimana alat ini bekerja? Bagaimana spesifikasinya secara detail dan lainnya?” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini