Isolasi Mandiri Tak Berarti Tanpa Pengawasan Dokter Loh

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 481 2429974 isolasi-mandiri-tak-berarti-tanpa-pengawasan-dokter-loh-YfvqhbVBMv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WABAH virus corona kembali menggila. Berita membludaknya pasien Covid-19 di rumah sakit pun ramai, sehingga untuk yang bergejala ringan dianjurkan isolasi mandiri.

Data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta per Sabtu (19/6/2021), menunjukan bahwa, ranjang isolasi di 132 rumah sakit khusus Covid-19 di Jakarta sudah terisi sebesar 7.919 atau 89 persen dengan total 8.924 ranjang atau tempat tidur untuk pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit. Padahal, World Health Organization (WHO) telah menetapkan ambang batas aman BOR maksimal 60 persen.

Ketika isolasi mandiri juga tidak sembarangan. Virus corona sangat mematikan, jadi meski isolasi mandiri di rumah harus tetap dipantau tenaga medis.

 isolasi

Natali Ardianto dari Lifepack & Jovee mengatakan, perlu peran berbagai pihak untuk membantu menangani pasien yang terkena virus Covid-19. Saat isolasi mandiri, pasien juga harus mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

"Terlebih bagi penderita covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang yang tetap memerlukan perawatan secara tepat," katanya lewat keterangan tertulis.

Walaupun isolasi mandiri dilakukan dari rumah pasien, namun dipastikan tenaga medis tetap memantu.

"Layanan kesehatan yang diberikan standar umumnya sama seperti di fasilitas kesehatan," ujar Natali.

Natali menyebut, pasien Covid-19 harus tetap telekonsultasi dokter, melakulan online health monitoring, mendapat obat dan vitamin, juga melakukan swab test PCR setelah masa isolasi berakhir.

"Selama pemantauan protokol kesehatan wajib diterapkan dengan baik untuk mengurangi transmisi penularan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini