Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Rendah, Banyak Negara Miskin Berebut Ingin Punya Vaksin

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 612 2429756 vaksinasi-covid-19-di-indonesia-rendah-banyak-negara-miskin-berebut-ingin-punya-vaksin-uOYbHvqGOB.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMBERIAN vaksin merupakan salah satu cara yang dianggap paling ampuh untuk menekan persebaran virus Covid-19. Dengan adanya vaksin, diharapkan dapat terjadi kekebalan kelompok atau herd immunity.

Sayangnya, tidak semua negara memiliki dana untuk mendatangkan vaksin Covid-19. Ya, dana untuk mendatangkan vaksin memang tidak sedikit. Tidak heran jika kemudian Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memasukan mereka yang menolak vaksin ke penjara.

Pasalnya, banyak negara terutama negara-negara miskin dihadapkan pada kendala soal stok vaksin. Meski sudah disokong dengan program bantuan vaksin Covid-19 gratis lewat program COVAX, tapi tetap tidak bisa memenuhi jumlah kuota.

Mengutip ABC Net, dari keterangan pejabat penasihat senior WHO, Bruce Aylward dikatakan bahwa lebih dari separuh negara miskin yang masuk sebagai negara daftar penerima vaksin gratis COVAX, nyatanya tidak memiliki pasokan vaksin yang cukup untuk melanjutkan jalannya program vaksinasi nasional di negaranya.

“Saya bisa bilang 80 dari negara AMC (Advance Market Commitment) setidaknya lebih dari setengahnya, tidak akan memiliki vaksin yang cukup untuk dapat mempertahankan program vaksinasi mereka saat ini. Beberapa di antaranya sudah kehabisan," kata Bruce Aylward.

Kekurangan pasokan vaksin ini, sebagian disebabkan karena adanya penundaan manufaktur dan terganggunya pasokan stok dari India, peningkatan kasus positif dan kematian meningkat di seluruh Afrika sebagai bagian dari hantaman gelombang ketiga infeksi Covid-19.

Sistem program vaksin gratis COVAX dari WHO dan aliansi GAVI sendiri diketahui bergantung pada kesediaan negara-negara kaya untuk mau mendonasikan stok vaksin yang mereka miliki. Sementara di sisi lain, negara-negara kaya ini juga tengah berlomba untuk memvaksinasi warganya sendiri.

Dr Michael Ryan, kepala kedaruratan WHO, mengakui bahwa sebagian besar negara-negara kaya memang menolak untuk segera membagikan vaksin.

"Ketika Anda meminta negara untuk menyumbang, mereka berkata, 'Kami akan memvaksinasi sesuai dengan prioritas kami dan prioritas kami adalah warga negara kami sendiri,” pungkas Dr Ryan.

Indonesia sendiri menargetkan pemberian vaksin tahap 1 dan 2 mencapai 40,34 juta. Namun pada kenyataannya, total vaksinasi dosis 1 baru sebesar 24,35 juta atau sekira 60,37 persen, dan vaksinasi tahap 2 yakni 12,64 juta atau 31,33 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini