Gambarkan Desa Pinggiran Bali, Karya Mahasiswi Cantik Ini Bersaing dengan 14 Negara

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 612 2429843 gambarkan-desa-pinggiran-bali-karya-mahasiswi-cantik-ini-bersaing-dengan-14-negara-LywJuf8zuC.jpg Karya "Antara" Patricia Kaytlin Kurniawan. (Foto: AYDA)

ASIA Young Designer Awards (AYDA) menjadi ajang para desainer muda menciptakan dampak positif melalui karya desain sebuah bangunan. Tahun ini temanya “Forward; Human Centred Design”. 

Mereka ditantang untuk memberikan solusi desain praktis yang memberikan dampak sosial. Para mahasiswa dari 14 negara ikut terlibat dalam ajang ini.

Ajang ini sudah menghasilkan lebih dari 41 ribu karya dari 1.200 institusi pendidikan di berbagai negara. Ajang bertaraf internasional ini eksis sejak 2008.

Ketika mengikuti ajang ini, para desainer bisa bertemu expert internasional di Asia. Terlepas dari berbagai pembatasan yang diberlakukan selama pandemi, karya seni ini sangat bernilai tinggi.

Anak muda Indonesia setiap tahun pun mengharumkan nama bangsa. Di tahun-tahun sebelumnya, Marietta Stefani merupakan mahasiswa Universitas Kristen Petra yang menciptakan karya "Non-Visual Art Gallery".

 desain

Marietta Stefani mengungkapkan, meskipun tahun ini semua kegiatan harus dilakukan secara virtual, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk membuat karya terbaik. Ajang ini juga memotivasi dirinya untuk meraih masa depan.

"Ajang ini membawa perubahan besar bagi perkembangan karier saya di kemudian hari. Selain itu, juga menjadi motivasi bagi saya, untuk dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia," terangnya lewat keterangan tertulis.

Patricia Caitlyn Kurniawan mahasiswi cantik dari Universitas Pelita Harapan juga memenangkan . Ia membuat karya bertajuk "Antara".

Patricia mengatakan, karya seninya itu terinspirasi dari pesona Desa Pinggan, Bali. Penduduk aslinya dikenal dengan hasil panennya.

Pemandangan yang menakjubkan dari Gunung Batur menjadi tempat yang sempurna untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

"Desain konseptual ini berfokus pada bagaimana membawa penduduk asli dan orang untuk membangun komunitas bersama," ujar Patricia.

Sementara itu, Dituturkan CEO Decorative Paints Nippon Paint Indonesia Jon Tan, tema ini merefleksikan desain inovatif untuk solusi masa kini dan masa depan berkelanjutan yang memperhatikan aspek sosial untuk populasi yang terus berkembang di era globalisasi.

"Hal ini sangat penting di Asia, sebagai salah satu wilayah perkembangan ekonomi terbesar dan tercepat di dunia, sekaligus menjadi rumah bagi lebih dari setengah populasi dunia," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini