Mitos tentang Makanan Kucing

Rabu 23 Juni 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 612 2429889 mitos-tentang-makanan-kucing-hHxuUF1Mmc.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEMUA pemilik kucing tentunya menginginkan makanan yang terbaik untuk anak bulu (anabul) kesayangannya. Untuk kesehatan dan pertumbuhan yang optimal, kucing sebaiknya diberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan uniknya dan diformulasikan oleh dokter hewan.

Makanan kucing yang dipilih harus menyediakan kebutuhan nutrisi untuk si kucing secara lengkap dan dengan tunjangan kalori yang tepat untuk umur, jenis, aktivitas serta tempat tinggalnya.

Selain itu, makanan yang sehat akan menunjang kesehatan pencernaan, sistem imun, otak, kekuatan otot, gigi dan saluran kemih. Namun, banyaknya mitos tentang makanan kucing yang beredar bisa membuat pemilik kucing keliru dalam memilih makanan yang tepat untuk kucing kesayangannya. Berikut adalah beberapa mitos makanan kucing yang harus diperhatikan oleh pemilik kucing.

Makanan yang disiapkan sendiri lebih baik daripada yang diformulasikan oleh dokter hewan Banyak yang masih berpendapat bahwa menyiapkan makanan sendiri lebih baik karena makanannya lebih sehat karena tidak diproses. Akan tetapi, makanan yang disiapkan di rumah belum tentu aman untuk kucing karena kita harus menakar kebutuhan sesuai usia, aktivitas dan faktor lainnya.

Oleh karena itu, pembuatan resepnya tetap harus ditanyakan kepada dokter hewan nutrisionis agar makanan olahan kita sesuai dengan kebutuhan.

Kucing

Sangat sulit juga untuk menyiapkan makanan di rumah yang dapat memberikan nutrisi yang lengkap untuk kucing, dan tidak semua makanan manusia aman untuk dikonsumsi oleh kucing. Beberapa makanan manusia sebenarnya beracun untuk kucing, seperti coklat, bawang, anggur dan kismis.

Makanan yang diformulasikan oleh dokter hewan sudah mengandung nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan dan tahap kehidupan kucing sehingga kita tidak perlu menakar sendiri lagi. Makanan hewan seperti ini juga lebih aman untuk hewan peliharaan karena tidak mengandung bahan berbahaya atau kontaminan mikroba.

Pakan kucing seperti IAMS Cat sudah memperhitungkan kebutuhan unik setiap kucing sehingga pemilik dapat memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan anabul kesayangannya. Contohnya, perkembangan otak yang baik sangat krusial terutama untuk menutrisi perkembangan anak kucing di tahun-tahun pertama kehidupan mereka. Proses ini sangat didukung oleh adanya Omega 3 DHA dan asam amino esensial dalam makanan kucing, seperti yang ditemukan di produk Healthy Kitten IAMS.

Contoh lainnya, penting sekali bagi kucing di dalam ruang untuk tetap gesit dan mempunyai berat badan yang sehat. Hal ini sangat bergantung pada keseimbangan kandungan pakan untuk membantu kucing mencapai berat badan yang sehat secara bertahap, seperti adanya L-Karnitin, karbohidrat, dan lemak.

Makanan kucing biasanya mengandung kadar garam yang tinggi untuk meningkatkan kelezatan

Ada spekulasi bahwa kadar garam (natrium klorida) yang tinggi ditambahkan ke makanan kucing untuk meningkatkan kelezatan dan menambah cita rasa makanan tersebut. Mitos ini sering dikaitkan dengan makanan basah yang biasanya sangat lezat dan cenderung memiliki kadar natrium yang lebih tinggi daripada makanan kering.

Dari asumsi ini terlahir asumsi lainnya, yaitu bahwa kadar garam ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.

Akan tetapi, banyak yang mungkin tidak mengetahui bahwa garam memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan kucing, yaitu natrium dan klorida. Garam sering hadir secara alami dalam bahan mentah, dan garam juga dapat ditambahkan untuk memastikan bahwa kebutuhan penting kucing terpenuhi. Selain itu, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan garam yang direkomendasikan dalam pedoman nutrisi dan tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal pada kucing.

Diet makanan dan daging mentah sehat untuk kucing

Masih ada beberapa pemilik kucing yang berpendapat bahwa makanan atau daging mentah sehat untuk kucing karena mereka melihat dasar kucing sebagai hewan liar yang mendapatkan makanan dengan berburu. Selain itu, orang terkadang memberikan daging mentah untuk alasan memenuhi asupan protein si kucing.

Akan tetapi, makanan mentah bisa sangat berbahaya bagi kucing dan menimbulkan risiko penyakit seperti Salmonella atau parasit lainnya. Kucing kesayangan tidak hanya bisa terkena penyakit, mereka juga dapat menularkan penyakit tersebut kepada pemiliknya.

Pemilik harus memprioritaskan kesehatan kucing mereka dengan memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi dengan cara yang aman. Selain itu, makanan yang dikonsumsi bisa mengandung asam amino, serat, dan bahan lainnya yang menyeluruh untuk mendukung pertumbuhan

flora usus. Semua ini dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan unik dan nutrisi lengkap si kucing. Kucing membutuhkan suplemen vitamin untuk melengkapi diet mereka

Jika pemilik memberikan makanan komserial berkualitas tinggi untuk anabul kesayangannya, kemungkinan besar vitamin dan mineral yang dibutuhkan sudah terkandung dalam makanan tersebut sehingga suplemen tidak diperlukan. Contohnya, penting sekali bagi kucing untuk memiliki sistem imun yang baik, dan hal ini didukung oleh adanya antioksidan.

Drh Siti

Oleh: Drh. Siti Zaenab

Drh. Siti Zaenab adalah owner praktik dokter hewan bersama dan director My Vets yang lulus dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Di luar praktiknya, Drh. Siti juga merupakan mentor Magang Profesi Pilihan PPDH FKH IPB dan membawakan berbagai workshop dan seminar tentang berbagai topik, mulai dari anaesthesia hewan kecil, kedokteran gigi untuk hewan kecil, dan mendiagnosa dan penanganan gangguan gastrointestinal pada kucing dan anjing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini