Positif Covid-19 Lebih dari 2 Juta, 2.000 Unit Tempat Tidur RS Disiapkan

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 21:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 612 2429976 positif-covid-19-lebih-dari-2-juta-2-000-unit-tempat-tidur-rs-disiapkan-eRv28ZkElw.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANGKA kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat, dengan penambahan kasus per hari ini sebanyak 15.308 kasus. Akibatnya, angka kebutuhan perawatan di fasilitas layanan kesehatan masyarakat pun meningkat tajam.

Sebagai cara menghadapi lonjakan kasus yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah pun fokus pada tiga upaya utama.

Sebagaimana dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rabu (23/6/2021), upaya pertama yakni melakukan peningkatan kapasitas tempat tidur hingga 40 persen, terutama di kabupaten atau kota zona merah dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) tinggi. Kemudian, menyediakan rumah sakit rujukan di kota terdekat, terhadap kota atau kabupaten zona merah.

Terakhir, khusus untuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, jumlah tempat tidur ditambah sampai sebanyak 2.000 unit.

Selain meningkatkan teknis layanan rumah sakit, upaya lainnya yang tengah digenjot pemerintah ialah mempercepat pelaksanaan vaksinasi yang dikatakan oleh Menkes Budi Gunadi sebagai upaya dari sisi hulu.

“Kita harus menangani sisi hulu dengan baik agar bisa mengurangi tekanan di sisi hilirnya. Di sisi hulu, kita harus membatasi mobilisasi masyarakat melalui penerapan PPKM Mikro guna mengurangi penyebaran virus dan juga mempercepat pelaksanaan vaksinasi," ujar Menkes Budi, dikutip dari laman resmi Kemenkes.

"Di hilir, kita akan fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Untuk mempercepat proses vaksinasi, Kemenkes dengan didukung oleh TNI, Polri dan Pemerintah Daerah akan meningkatkan kecepatan penyuntikan menjadi 700 ribu per hari di bulan Juni ini dan 1 juta per hari mulai Juli mendatang.

Seiring dengan relaksasi batasan kriteria dan usia penerima vaksin di atas 18 tahun. Saat ini masyarakat umum dengan usia 18 tahun ke atas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sudah dapat divaksinasi lebih awal dari jadwal Juli.

Mulai bulan ini, diketahui pemerintah sudah melaksanakan program vaksinasi Tahap 3 untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas. Seiring dengan pembukaan Tahap 3, cakupan dan kecepatan vaksinasi disebutkan akan bisa ditingkatkan menjadi rata-rata 1 juta per hari. 

Pemerintah sendiri menargetkan vaksinasi untuk 181 juta penduduk untuk mencapai kekebalan kelompok, dan sekarang tercatat sudah lebih dari 23 juta penduduk atau 12,8 persen dari target, sudah mendapatkan vaksinasi pertama.

Seluruh jenis vaksin Covid-19 yang dipakai pada program vaksinasi Nasional sudah terbukti efektif untuk menangani varian virus Covid-19, terutama varian Delta yakni strain mutasi virus yang pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020. Maka dari itu, Menkes Budi menegaskan, masyarakat tak perlu maju-mundur untuk divaksin.

“Manfaat vaksinasi sudah terbukti. Mumpung sekarang vaksinnya makin banyak tersedia, masyarakat tidak usah ragu-ragu lagi untuk segera vaksinasi,” pungkas Menkes Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini