CDC Sebut Booster Vaksin Covid-19 Belum Diperlukan

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 612 2430256 cdc-sebut-booster-vaksin-covid-19-belum-diperlukan-3TmauMwIAJ.jpg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

MUTASI virus Covid-19 memang membuat kekhawatiran, lantaran menjadi sulit dideteksi dan memiliki tingkat penyebaran lebih cepat. Sayangnya, tidak semua vaksin mampu menghadapi virus varian baru ini.

Oleh karena itu, ada wacana pemberian dosis ketiga dari vaksin Covid-19 yang ditujukan sebagai booster atau suntikan penguat. Tapi, apakah vaksin ketiga ini diperlukan untuk semua vaksin atau hanya vaksin tertentu saja?

Terkait polemik penting atau tidaknya suntikan dosis ketiga ini, akhirnya kelompok kerja Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengeluarkan pernyataannya.

Mengutip NBC News, pada Rabu 23 Juni kemarin grup CDC menyatakan, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan jika suntikan booster tersebut memang dibutuhkan. Kesimpulan ini pun disetujui oleh para anggota kelompok penasihat independen CDC, Advisory Committee on Immunization Practices

Bukti yang dibutuhkan mengacu pada adanya indikator yang jelas adalah meningkatnya kasus pada individu yang divaksinasi lengkap. Tetapi, jika langkah-langkah pengganti tertentu, contohnya seperti berkurangnya antibodi atau tingkat sel T dapat diidentifikasi, disebutkan suntikan booster berpotensi butuh untuk diberikan untuk mencegah peningkatan kasus.

Namun yang perlu dicatat, hal ini bisa berubah ketika pandemi Covid-19 jadi terus berkembang. Para pemangku kepentingan, pejabat kesehatan masyarakat akan terus memantau bagaimana perkembangan virus ini untuk menentukan apakah suntikan booster tersebut diperlukan atau tidak, di masa mendatang.

Dr. Keipp Talbot, profesor kedokteran di Vanderbilt University sekaligus anggota Advisory Committee on Immunization Practices menyebutkan, alih-alih soal booster, saat ini kita harus lebih fokus pada distribusi vaksinasi yang lebih merata.

“Sebelum berkeliling dan memberikan booster kepada semua orang, kita perlu meningkatkan tingkat vaksinasi secara keseluruhan,” kata Dr. Keipp Talbot.

Dokter Sharon Frey, direktur klinis Center for Vaccine Development di Saint Louis University Medical School, berpendapat tingkat batas yang disebut korelasi perlindungan itu masih belum jelas.

“Saya pikir satu-satunya hal yang dapat kita lakukan saat ini adalah, jika kita mulai melihat ada peningkatan infeksi ulang pada masyarakat atau infeksi baru pada orang yang telah divaksinasi. Maka itu adalah petunjuk bahwa kita perlu bergerak cepat,” kata Dr. Frey.

Dalam pertemuan kemarin, Dr. Doran Fink, wakil direktur divisi vaksin Food and Drug Administration (FDA) mengungkapkan selain bukti efektivitas yang berkurang, soal keamanan dosis tambahan akan dievaluasi dan tingkat keparahan efek samping apa pun yang ada akan dievaluasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini