Apa Itu Vitiligo?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Minggu 27 Juni 2021 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 481 2431421 apa-itu-vitiligo-5qx3CEoHJQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PERNAHKAH Anda mendengar penyakit vitiligo? Atau Anda kerap melihat seseorang yang penampilan kulitnya punya bercak putih lebar di bagian tubuh tertentu.

Ya, vitiligo ialah suatu penyakit depigmentasi didapat pada kulit, membran mukosa, dan rambut yang memiliki karakteristik lesi makula berwarna putih susu (depigmentasi). Penyakit ini disebabkan oleh matinya sel melanosit yang bertugas memproduksi warna pada kulit.

Penyebab matinya sel tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik atau keturunan, penyakit autoimun, dan faktor eksternal seperti terbakar sinar matahari, atau bahan kimia. Pada kasus Vitiligo, bila gejala awal dapat terdeteksi dan segera mendapatkan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat dicegah untuk berkembang pada tubuh penderita.

 vitiligo

Dijelaskan DR. Dr. Reiva Farah Dwiyana, SpKK(K), PhD, FINSDV, FAADV dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), prevalensi global Vitiligo yaitu sekitar 0.5%-2%, tidak berbeda dengan prevalensi di Indonesia.

Populasi laki-laki dan perempuan yang mengalami penyakit ini seimbang. Namun pada pasien perempuan dan kasus vitiligo pada anak masalah psikososial lebih terlihat dan menjadi masalah," katanya webinar Virtual Celebration 11th Annual Vitiligo Day 2021.

Dr Reiva mengatakan, seharusnya pasien vitiligo harus optimis menjalani hidup dengan prinsip dare to bare. Ya, Anda harus berani menunjukkan vitiligo, bukan malah ditutupi dengan makeup atau baju.

"Jika cara itu dilakukan maka tumbuh rasa percaya diri untuk terus berusaha, beriktiar secara medis, psikologis, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sehingga tumbuh rasa self-love," paparnya.

Sementara itu, Psikilog Klinis Ibu Sali Rahadi Asih MSi, MGPCC, PhD, juga menambahkan bahwa vitiligo adalah penyakit kronis yang dapat membawa dampak bagi kondisi mental pasien dan juga orang-orang terdekat. Rasa malu, cemas, bahkan depresi tidak luput dirasakan oleh pasien Vitiligo dan anggota keluarganya," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini