Share

Jadi Calon Obat Covid-19, BPOM Minta Masyarakat Tak Berburu Ivermectin Online

Muhammad Sukardi, Okezone · Senin 28 Juni 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 612 2432153 jadi-calon-obat-covid-19-bpom-minta-masyarakat-tak-berburu-ivermectin-online-w6jtbq0MZK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OBAT Ivermectin akan digunakan di delapan rumah sakit di Indonesia sebagai pengobatan pada para penderita Covid-19. Penggunaan obat ivermectin ini pun masih sebatas uji coba, meski demikian jika pasien benar-benar membutuhkan, maka dokter bisa meresepkan.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menyatakan, Ivermectin dapat diberikan bersamaan dengan obat terapi Covid-19 lainnya. Dokter pun boleh memberikan Ivermectin pada pasien Covid-19 yang tidak terlibat dalam uji klinik ini.

Meski membolehkan, Penny dengan tegas mengingatkan masyarakat agar tidak sembarang membeli maupun mengonsumsi obat cacing tersebut. Sebab, sifatnya yang keras dan pemakaian hanya boleh sesuai anjuran dokter.

"Sebagai kehati-hatian, BPOM mengimbau pada masyarakat, dengan berjalannya uji klinik ini, maka masyarakat agar tidak membeli Ivermectin secara bebas termasuk membelinya melalui platform online yang ilegal," kata dia.

Sebelumnya, Ahli Kesehatan Prof Ari Fahrial Syam, dalam unggahan video Instagramnya mengatakan, ivermectin adalah obat tunggal, artinya enggak boleh dikonsumsi setiap hari.

Jika berani menggunakan Ivermectin berhari-hari dalam waktu yang singkat, maka risiko efek samping terburuk bisa terjadi. Ia menyebutkan, ada beberapa penyakit yang bisa timbul jika Ivermectin dikonsumsi tiap hari.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Adapun efek samping kebanyakan menggunakan ivermectin adalah muncul mual, muntah, nyeri ulu hati, bahkan diare, sakit kepala, dan kalau dikonsumsi dalam jumlah besar dengan jangka waktu pendek yang paling terganggu adalah kerusakan liver.

Prof Ari mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru untuk mengambil sikap membeli Ivermectin sebagai pencegahan apalagi pengobatan Covid-19. Sebab, ada efek samping yang harus dipahami.

"Jangan terburu-buru membeli obat ini apalagi untuk pencegahan atau mengobati Covid-19. Tapi kalau masyarakat ingin mengonsumsi obat ini sebagai obat cacing, ya, enggak masalah, asal sesuai anjuran dokter," katanya.

"Saya perlu katakan sekali lagi bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan misalnya ada alergi atau engga dan masyarakat harus mengantisipasi adanya efek samping dari obat ini," tambah Prof Ari.

Adapun 8 Rumah Sakit yang terlibat, antara lain RS Umum Pusat Persahabatan (Jakarta), RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (Jakarta), RSUD Sudarso (Pontianak), RS Umum Pusat H. Adam Malik (Medan), RSPAD Gatot Subroto (Jakarta), RSAU Esnawan Antariksa (Jakarta), RS Suyoto (Jakarta), dan RSDC Wisma Atlet Kemayoran (Jakarta).



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini