Cegah Terpapar Varian Lambda, Kemenkes Imbau Pakai Masker Ganda!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 481 2432586 cegah-terpapar-varian-lambda-kemenkes-imbau-pakai-masker-ganda-JXOGSR0ewY.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

VARIAN Lambda memang belum ditemukan di Indonesia, tapi upaya pencegahan sudah harus dilakukan masyarakat mulai dari sekarang. Sebab, varian ini sudah masuk dalam daftar 'variant of interest' Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ya, varian Covid-19 yang masuk dalam daftar VOI memang tidak semasif 'variant of concern' (VOC). Tapi, perlu disikapi bahwa pada awalnya varian Delta pun dulunya ada di daftar VOI.

"Pada awalnya, varian Delta itu VOI, tapi karena di Inggris kasusnya sangat tinggi, akhirnya WHO menaikan level kewaspadaan pada varian Delta dan itu tak menutup kemungkinan terjadi pada varian Lambda ini. Makanya, upaya pencegahan sudah harus dilakukan sejak sekarang," kata Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, pada MNC Portal, Selasa (29/6/2021).

Pakai Masker

Covid-19 Varian Lambda sendiri memiliki kode varian C.37. Varian ini pertama kali teridentifikasi di Peru pada Agustus 2020. Ada dua karakteristik dari varian ini yang masih diduga, yaitu lebih mudah menyebar dan memiliki kemampuan memengaruhi faktor netralisasi vaksin.

Baca Juga : Vaksin Covid-19 yang Ada Efektif Lawan Varian Lambda? Begini Jawaban Kemenkes

Lantas, upaya apa yang disarankan Kemenkes?

Siti Nadia mengimbau agar masyarakat menggunakan masker dua lapis atau masker ganda saat terpaksa keluar rumah. Ya, di saat seperti sekarang langkah utama yang harus dilakukan adalah tinggal di rumah saja.

"Sudah paling benar itu tetap di rumah saja. Jangan kemana-mana kecuali darurat. Nah, kalau keluar rumah, kami mengimbau agar masyarakat menggunakan masker ganda untuk lebih mengetatkan proteksi dan dengan begitu meminimalisir masuknya partikel virus dari luar," saran Siti Nadia.

Terlebih, saat ini Indonesia sedang memberi perhatian pada penyebaran varian Delta yang menurut peneliti di Australia, varian itu bisa masuk ke saluran pernapasan hanya dalam hitungan 10 hingga 15 detik. Beda dengan 'original variant' yang memiliki waktu menginfeksi setelah terpapar yaitu 10 hingga 12 menit.

(hel)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini