Share

Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Tingkatkan Respon Imun Lebih Baik

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 481 2432793 studi-kombinasi-vaksin-astrazeneca-dan-pfizer-tingkatkan-respon-imun-lebih-baik-3PtzaphEdk.jpg Vaksin AstraZeneca (Reuters)

BEBERAPA waktu lalu sempat terdengar kabar akan wacana kombinasi vaksin Covid-19.  Maksdu dari ini adalah penggunaan vaksin Covid-19 yang berbeda antara dosis pertama dengan suntikan dosis yang kedua.

Lewat studi penelitian yang dilakukan oleh Oxford, tampaknya ada titik terang mengenai kombinasi vaksin Covid-19 yang berbeda satu sama lain tersebut.

Pasalnya, mengutip NBC News, Selasa (29/6/2021) pada Senin 28 Juni kemarin, studi Oxford menyebutkan bahwa mereka mendapati campuran vaksin yakni suntikan vaksin Pfizer yang diberikan empat minggu setelah pemberian vaksin AstraZeneca akan menghasilkan respons kekebalan yang lebih baik daripada memberikan dosis AstraZeneca sebagai dosis vaksin yang kedua.

Vaksin Covid-19

Studi yang disebut Com-COV tersebut, dilakukan dengan membandingkan jadwal dua dosis campuran vaksin yakni Pfizer dan AstraZeneca, dan menemukan bahwa dalam kombinasi apa pun, kombinasi vaksin ini menghasilkan antibodi konsentrasi tinggi terhadap protein lonjakan virus corona.

Baca Juga : Cuma AstraZeneca yang Ampuh Cegah Varian Delta, Ketua Satgas IDI: Tak Ada yang 100%

Data penelitian tersebut, bisa menyokong keputusan beberapa negara Eropa yang telah mulai menawarkan alternatif AstraZeneca sebagai suntikan dosis yanng kedua setelah vaksin AstraZeneca dikaitkan dengan kasus langka pembekuan darah (blood clot).

“Ini tentu menggembirakan bahwa antibodi dan respons sel T ini terlihat bagus dengan kombinasi jadwal vaksin yang beragam," kata Matthew Snape, profesor Oxford yang ikut dalam studi penelitian.

Ia mengatakan bahwa temuan ini bisa digunakan untuk memberikan fleksibilitas terhadap program vaksinasi. Tapi tidak cukup untuk bisa merekomendasikan pergeseran yang lebih luas dari jadwal yang disetujui sendiri secara klinis.

Dalam studi tersebut, terlihat adanya respon antibodi tertinggi pada orang yang menerima dua dosis vaksin Pfizer, dengan kedua vaksinasi campuran menghasilkan respons yang lebih baik daripada dua dosis vaksin AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca yang diikuti oleh Pfizer menghasilkan respons sel T terbaik serta jrespons antibodi yang lebih tinggi, daripada Pfizer yang diikuti oleh AstraZeneca. Hasil ini adalah dari kombinasi vaksin yang diberikan dengan interval empat pekan kepada sebanyak 830 orang peserta.

Selain dengan jarak empat pekan, studi Com-COV tersebut disebutkan juga meneliti jadwal campuran vaksin dengan interval 12 pekan. Profesor Matthew mencatat bahwa suntikan vaksin AstraZeneca diketahui menghasilkan respon imun yang lebih baik dengan interval yang lebih lama di antara dosisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini