Viral Driver Ojol Timbun Sampah, Kenali Hoarding Disorder yang Diduga Penyebabnya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 481 2432825 viral-driver-ojol-timbun-sampah-kenali-hoarding-disorder-yang-diduga-penyebabnya-fToIRJgBpx.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

BIASANYA seseorang akan mengoleksi barang antik. Namun bagaimana jika ada seseorang yang justru suka menimbun sampah? Ya, seperti yang terjadi pada seorang driver ojek online yang kedapatan suka menimbun sampah.

Mengutip akun Instagram @nyinyir_update_official, hal ini bermula dari bau yang menyengat yang tercium dari salah satu kamar kos yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, belakang SMP 6 Jakarta Timur.

Timbun Sampah

Karena bau menyengat tercium dari dalam kos setelah dibuka paksa oleh pemilik kos dengan bantuan ahli kunci, dikarenakan penghuni kamar sedang kerja sebagai driver ojek online atau ojol, ternyata kamarnya penuh dengan sampah yang menumpuk tepat di sebelah tempat tidur.

Karenanya, pemilik menduga bahwa besar kemungkinan penghuni kos tersebut tidur dengan sampah. Selain itu, setiap pemilik kos hendak menagih iuran bulanan kos pun, ia selalu tidak diperkenankan untuk masuk.

Baca Juga : Viral Kaki Driver Ojol Yangkut di Kursi Besi, Netizen: Kok Bisa Sih?

Bahkan, sang driver ojol diketahui juga membuang air kecil di dalam botol minuman kemasan, yang kemudian juga disimpan di kamar kos tersebut. Karena saking banyaknya sampah yang tertimbun, bau menyengatnya pun terasa seperti bau mayat.

Diduga, driver ojol yang hobi mengoleksi sampah di dalam kamar kosnya tersebut mengidap kelainan jiwa yang disebut hoarding disorder. Melansir Mayo Clinic, hoarding disorder adalah kesulitan terus-menerus membuang atau berpisah dengan harta benda karena kebutuhan yang dirasakan untuk menyelamatkan mereka.

Seseorang dengan hoarding disorder mengalami kesulitan untuk menyingkirkan barang-barang yang seharusnya tidak digunakan tersebut. Penimbunan sering kali menciptakan kondisi hidup yang sempit sehingga rumah dapat terisi penuh.

Ketika barang-barang yang ditimbunnya menumpuk, maka yang terjadi adalah rumah yang berantakan, tidak adanya ruang kosong. Bahkan, mereka akan menyimpan barang-barangnya di ruangan yang tidak seharusnya ketika sudah penuh, seperti di kamar mandi, halaman rumah, atau bahkan kamar tidur.

Orang yang mengidap hoarding disorder mungkin tidak melihatnya sebagai masalah, membuat pengobatan menjadi sulit. Tetapi perawatan intensif dapat membantu orang dengan hoarding disorder memahami bagaimana keyakinan dan perilaku mereka dapat diubah sehingga mereka dapat hidup lebih aman dan lebih menyenangkan.

Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan seseorang bisa terkena hoarding disorder. Sebagian besar berpengaruh pada faktor genetika, fungsi otak, dan peristiwa kehidupan yang penuh tekanan sedang dipelajari sebagai kemungkinan penyebabnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini