Alami Infeksi Paru Akibat Covid-19, Prof Eka Wahjoepramono Bagikan Tips Cepat Sembuh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 481 2432870 alami-infeksi-paru-akibat-covid-19-prof-eka-wahjoepramono-bagikan-tips-cepat-sembuh-iYQJKMydvY.jpg Ahli bedah Prof Eka Wahjoepramono. (Foto: YouTube Helmy Yahya Bicara)

BEBERAPA waktu lalu ahli bedah saraf Profesor Dr dr Eka Julianta Wahjoepramono SpBS terinfeksi covid-19. Padahal, ia termasuk orang yang sangat paham protokol kesehatan untuk mencegah paparan wabah penyakit.

Prof Eka Wahjoepramono mengungkapkan terinfeksi covid-19 hingga nyaris masuk ICU. Ini dampak virus yang cukup parah menyerang paru-parunya.

Baca juga: Studi Oxford: Suntik Pakai Vaksin Covid-19 yang Berbeda Tingkatkan Imunitas 

Kejadian ini bermula dari Prof Eka yang mengaku sangat menyukai dunia kuliner. Alhasil pada awal Juni 2021, ia memutuskan pergi ke Semarang, Jawa Tengah, lantaran kurva covid-19 melandai. Prof Eka mengaku kangen dengan kuliner di sana, terlebih semasa hidupnya menimba ilmu kedokteran di Kota Atlas itu.

"Saya makan soto, makan gudeg, ada orang ngamen ikut ngamen. Tiga hari setelah itu saya agak mulai tidak enak badan dan sakit kepala. Ada teman di Balikpapan kena stroke minta dibantu, saya terbang ke sana. Selain itu, masih ada workshop lagi yang saya harus hadir dan acara guru besar di Unpad. Baru saat itu saya benar-benar roboh. Di situ saya ceroboh sekali sejujurnya," terang Prof Eka, seperti dikutip dari kanal YouTube Helmi Yahya Bicara.

Ahli bedah Prof Eka Wahjoepramono. (Foto: YouTube Helmy Yahya Bicara)

Prof Eka memprediksi dirinya membutuhkan waktu lebih dari 1 minggu mulai terpapar hingga tergeletak akibat covid-19. Bahkan saat ke rumah sakit, 1/3 bagian paru Prof Eka sudah berwarna putih akibat infeksi.

Dijelaskan, kala itu ia sudah terinfeksi covid-19 parah sekali, namun sangat beryukur karena tidak sampai masuk ICU, meski harus diisolasi dan menggunakan oksigen.

Baca juga: Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Tingkatkan Respon Imun Lebih Baik 

"Saya kan covid-19 di paru, jadi kalau saya banyak berbicara itu makin bagus, sekalian saya latihan supaya paru saya mengembang. Daripada saya hanya terbaring saja, menurut saya itu sangat negatif. Banyak orang heran, sebab waktu saya terinfeksi itu cukup parah dan nyaris ICU," ungkapnya.

"Tapi pada hari kesembilan di rumah sakit sudah mulai latihan sedikit jalan, terkadang kalau tanpa oksigen masih oke," tambahnya.

Menurut Prof Eka, kemajuan kesembuhan yang berhasil dicapainya terbilang sudah cukup cepat sekali. Ia pun memberikan sedikit tips bagaimana bisa memperoleh kesembuhan yang cukup cepat, padahal infeksi paru akibat covid-19 yang ia alami awalnya cukup memprihatinkan.

Prof Eka mengatakan, menjadi pasien yang baik itu perlu. Jadi bukan hanya dokter yang baik, ikuti aturannya dan jadilah aktif.

Baca juga: Kemenkes Sarankan Pakai Masker Ganda, Termasuk Anak-Anak? 

"Jadi bangsal saya itu hanya berukuran 3x3 meter, tapi saya ubah seperti kantor. Saya mengajar kuliah, kalau ada orang konsultasi saya terima. Kan tidak mengganggu fisik saya. Jadi rupanya lebih baik begini," paparnya.

"Tetangga saya (pasien lain) pada nangis-nangis dan telepon-telepon. Jadi positif energi itu dirasakan dan membantu. Karena saya kan tidak mau mengganggu dokter," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini