Share

Covid-19 Melonjak, Dokter Tirta: Gak Kaget kalau Kemungkinan Rem Darurat Ditarik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 612 2432541 covid-19-melonjak-dokter-tirta-gak-kaget-kalau-kemungkinan-rem-darurat-ditarik-GHE9FYm75X.jpg Dokter Tirta Mandira Hudi. (Foto: Instagram @dr.tirta)

SITUASI Indonesia yang makin kritis akibat kasus covid-19 melonjak membuat pemerintah maupun tenaga kesehatan bekerja ekstrakeras dalam mengendalikan wabah penyakit. Bahkan saat ini banyak rumah sakit kewalahan karena kehabisan ruang perawatan maupun keterbatasan nakes akibat tidak cukup menampung banyaknya pasien yang terpapar covid-19.

Terkait kondisi ini, dokter relawan covid-19 Tirta Mandira Hudhi membuat unggahan di akun Instagram-nya @dr.tirta. Dokter Tirta mewakili para teman-temannya selaku garda terdepan pengobatan covid-19 untuk menyampaikan situasi yang kritis akibat ledakan kasus yang sedang dialami Indonesia saat ini.

Baca juga: Donna Latief Berbagi Pengalaman Berburu Vaksin Covid-19 untuk Putranya di Amerika 

"Melihat cuitan teman-teman nakes di Jakarta, IGD penuh, oksigen menipis, ga kaget kalau ada kemungkinan tiba-tiba rem darurat ditarik. Jika Jakarta melakukan A, otomatis daerah lain yang 'darurat' akan mengikuti dan melakukan A juga. Mari kita lihat dalam 5–6 hari ke depan," tulis Dokter Tirta dalam unggahannya.

Unggahan rem darurat Dokter Tirta Mandira Hudi. (Foto: Instagram @dr.tirta)

Sebagaimana diketahui saat ini kondisi covid-19 di Indonesia sangat tidak terkendali. Per 24 Juni 2021 tercatat kenaikan kasus covid-19 di Tanah Air mencapai lebih dari 20 ribu dalam kurun waktu satu hari saja. Tentunya kenaikan kasus secara drastis ini membuat bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan kamar tidur di rumah sakit makin tipis.

Baca juga: Viral Netizen Malaysia Ramai-Ramai Ajak Kibarkan Bendera Putih di Rumah 

Dokter Tirta pun berharap Indonesia dalam kondisi yang baik-baik saja agar pemerintah tidak mengambil tindakan menarik rem darurat untuk mengatasi ledakan kasus covid-19 ini. Sebab jika hal ini terjadi, maka dampaknya akan terasa kepada masyarakat.

"Semoga semua baik-baik saja. Saya yakin gak ada yang mau rem darurat ditarik. Karena ekonomi akan terdampak, jadi ribet, susah mobilisasi, dan menghambat pelayanan. Akan tetapi jika kita melihat angka kepenuhan IGD, ada potensi sangat besar kebijakan ini diambil. Mari kita tunggu berita 5–6 hari ke depan," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini