Hari Keluarga Nasional, Hati-Hati, 5 Perkataan Ini Bisa Rusak Psikologis Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 612 2432771 hari-keluarga-nasional-hati-hati-5-perkataan-ini-bisa-rusak-psikologis-anak-PtxkCxmYYW.jpg Ilustrasi (Foto : Parents)

DALAM rangka memperingati Hari Keluarga Nasional, penting membahas soal pola asuh anak.  Sejatinya orangtua dalam mengurus anak, tidak bermaksud untuk mengucapkan sesuatu yang menyakitkan kepada anak.

Tapi tak bisa dipungkiri, momen ucapan menyakitkan dari orangtua terhadap anak memang kadang tak bisa dihindari dalam kehidupan berkeluarga. Terlebih lagi di situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, yang memicu meningkatnya level stres.

orangtua telah berusaha yang terbaik, namun tetap kadang-kadang gagal. Sehingga tak sengaja bisa menyakiti hati anak. Ini kenapa, penting untuk orangtua agar mengetahui apa saja sih perkataan yang bisa merusak psikologis anak. Mewarta Huffingtonpost, Selasa (29/6/2021) berikut ulasan singkatnya di bawah ini.

Ibu dan Anak

1. Itu bukan masalah besar: Anak-anak sering menangis atau marah karena hal-hal yang tampaknya sangat konyol di mata orangtua sebagai orang dewasa. Sehingga orangtua cenderung melihat masalah tersebut bukan jadi masalah yang penting. Seperti dikatakan Amy McCready, pendidik pengasuhan anak dan pendiri Positive Parenting Solutions, justru ‘masalah kecil’ ini dan emosi yang menyertainya - sebenarnya sangat besar bagi anak-anak. Ketika orangtua berkata, ‘ini bukan masalah besar, atau ini bukan hal yang penting’, maka secara tidak langsung orangtua memberi tahu kepada anak bahwa perasaan sang anak tidak penting dan juga bodoh hanya karena merasa takut atau kecewa.

Baca Juga : Catat, Ini 4 Tanda Anda Orangtua yang Toxic

2. Selalu dan tidak pernah: Anak-anak itu punya polanya sendiri, dengan mengatakan bahwa anak Anda "selalu" atau "tidak pernah" melakukan sesuatu, ini adlah hal yang keliru. Menurut Robbin McManne dari Parenting for Connection, menggunakan pernyataan luas adalah tanda bahaya bahwa Anda sebagai orangtua tak lagi ingin tahu tentang apa yang terjadi di momen khusus ini dengan anak. Dengan berkata demikian, orangtua kehilangan kesempatan untuk mengajari anak tentang apa yang harus mereka lakukan dan apa yang bisa meraka lakukan di lain waktu,” kata Robin.

3. Melakukan itu membuat ibu atau ayah sedih: orangtua pasti kesal saat anak tak mendengarkan perkataan mereka. Tapi ingat, tetap penting untuk menetapkan dan menahan) batasan tanpa mengikutsertakan emosi pribadi Anda sebagai orangtua, karena itu adalah emosi Anda sendiri bukan milik anak. Dengan ini, bahkan berpotensi memberikan anak banyak kekuatan negatif.

4. Mestinya kamu lebih paham: Ketika Anda mengatakan hal ini pada anak dengan tujuan mengubah anak yang sedang bersalah, justru akan membuat anak-anak bersikap defensif. Akhirnya membuat anak jadi cenderung tidak mendengarkan dan juga merusak kepercayaan diri mereka. “Ini seperti memberi tahu anak, bahwa mereka terlalu bodoh, atau tidak dewasa untuk membuat keputusan yang baik,” ujar Amy McCready.

5. Biar ibu atau ayah saja: Biasanya keluar di momen saat orangtua tak sabar menunggui anak menyelesaikan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sebetulnya sederhana. Secara insting, orangtua langsung akan turun tangan dan menyelesaikannya. Dengan berkata ‘biar ibu atau ayah saja’ pada sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan oleh anak, Anda sebagai orangtua sama saja dengan memberi tahu anak kalau diri mereka tidak mampu melakukan hal tersebut sehingga orangtua harus ikut campur di dalamnya. “Hal ini bisa mengecilkan hati dan bikin frustasi. Bayangkan misalnya, Anda sudah tinggal satu langkah lagi selesai mengancingkan baju, lalu tiba-tiba ibu datang dan langsung mengambil alih,” kata Amy McCready. Bersabar lah dan beri anak waktu serta kesempatan untuk menyelesaikan tugasnya sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini