Benarkah Anak Stunting Disebabkan Faktor Genetik?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 481 2433395 benarkah-anak-stunting-disebabkan-faktor-genetik-nutisNzBB2.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

STUNTING atau masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek, sampai saat ini diketahui masih jadi salah satu permasalahan kesehatan anak-anak paling utama di Indonesia.

Dari data World Bank tahun 2020, tercatat angka kasus anak stunting di Indonesia masih berada di urutan 115 dari 151 negara di dunia. Stunting di Indonesia, pada 2019 mencapai angka 27,67 persen. Selasa 29 Juni kemarin, Wakil Presiden Indonesia, KH. Maaruf Amin menyebutkan, 1 dari 3 balita di Indonesia menderita stunting.

Stunting

Stunting sendiri selama ini familiar di kalangan masyarakat awam, dipicu oleh kurangnya asupan bergizi dan bernutrisi yang dialami janin pada saat sang ibu mengandung. Menjadi pertanyaan juga, apakah faktor genetik masuk menjadi salah satu penyebab balita menjadi stunting? Jika anak yang terlahir stunting, apakah akan membentuk gen stunting untuk generasi selanjutnya?

Baca Juga : Kepala BKKBN: Stop Stigma! Punya Anak Stunting Bukan Akhir dari Segalanya

Jawabannya, ternyata tidak demikian. Dijelaskan oleh Dr. (HC), Hasto Wadoyo, Sp.OG (K), Kepala BKKBN, dari kacamata medis faktor genetic tidak menyebabkan stunting pada anak.

“Sebetulnya stunting itu enggak cenderung genetik. Pendek bisa menurun, tapi kondisi stunting yang otaknya enggak berkembang itu enggak mudah menurun,” jelas Dr. (HC), Hasto, dalam acara webinar ‘Seminar Nasional Pencegahan Stunting Keluarga Muslim Sehat Generasi Kuat Sejahtera’, Rabu (30/6/2021).

Dokter Hasto menambahkan, sejatinya kualitas dari telur perempuan itu sudah tercipta ketika sejak masih di dalam kandungan sang ibu.

“Kualitas telur perempuan itu sudah terbentuk ketika ada di dalam kandungan ibunya. Jadi kalau perempuan hamil dan anaknya perempuan, maka telurnya di bayi itu sudah tercipta saat masih di kandungan. Jadi seorang nenek itu juga berperan terhadap kualitas cucunya,” pungkas Dr. (HC), Hasto.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini