ASI Harus Tetap Diberikan pada Bayi Meski Ibu Terpapar Covid-19

Antara, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 196 2434069 asi-harus-tetap-diberikan-pada-bayi-meski-ibu-terpapar-covid-19-R6UIGBUvYj.jpg ASI tetap harus diberikan ke bayi dari ibu yang positif covid (foto: Freepik)

JAKARTA - Air Susu Ibu (ASI) tetap perlu diberikan pada anak meski ibu mengalami COVID-19,baik dengan cara menyusui secara langsung atau pun dengan cara pemberian menggunakan pipet.

“Bayi itu justru mendapatkan benefit jika diberikan ASI dari ibunya yang ternyata positif COVID-19. Kenapa? karena ASI itu sudah mengandung antibodi. Justru ketika dipisahkan dari Ibu belum tentu juga ada jaminan bahwa anaknya itu tidak tertular dari orang yang mengurusnya,” kata Ahli Gizi Masyarakat FKUI dokter Tan Shot Yen kepada ANTARA, Kamis, (1/7/2021).

Ia menyebutkan jika ternyata ibu yang menyusui mengalami COVID-19 dengan gejala berat, maka hal yang disarankan bayi tetap menerima ASI perah. ASI perah yang sudah ada, bisa diberikan kepada bayi menggunakan pipet, sloki, atau pun sendok kecil.

Baca Juga: Ibu Menyusui yang Terpapar Covid-19 Punya 'Vaksin Alami' Loh

Jangan memberi ASI perah menggunakan dot agar anak nantinya tidak kebingungan pada saat diberi ASI secara langsung oleh sang Ibu.

“Kan kasihan ketika nanti ibunya sudah sehat, jika diberi pakai dot sekitar 2-3 minggu masa isolasi itu pas mau diberi secara langsung anaknya menolak karena bingung pada bentuk puting,” kata dokter Tan.

Baca Juga: Ibu dan Bayinya Tak Boleh Dipisah Meski Terinfeksi Covid-19

Dokter yang juga tergabung dalam Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) itu pun mengingatkan agar pada saat menjalankan isolasi mandiri, anak dan orang tua tidak perlu dipisahkan.

Meski demikian orang tua yang positif harus tetap taat menggunakan masker mengikuti saran yang disampaikan Kementerian Kesehatan yaitu sebanyak dua lapis saat melakukan isolasi mandiri bersama keluarganya.

“Ada kemungkinan anak- anak ini mengalami stress saat dipisahkan orang tuanya. Dititipkan ke pengasuh lain pun belum tentu tidak berisiko terpapar kan. Jadi baiknya tidak dipisahkan antara orang tua dan anak. Asalkan selama isolasi mandiri orang tua menggunakan masker terus sehingga potensi penyebaran ke anak- anaknya semakin mengecil,” kata dokter Tan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini