PPKM Darurat, Transportasi Umum Hanya Boleh Angkut Penumpang Maksimal 70%

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 481 2433821 ppkm-darurat-transportasi-umum-hanya-boleh-angkut-penumpang-maksimal-70-TqERaIi17Y.jpg Pandemi virus corona (Foto: The Scientist)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan penerapan PPKM Darurat yang mulai diberlakukan pada 3-20 Juli 2021. Ditargetkan PPKM Darurat ini bisa menurunkan target penambahan kasus konfirmasi kurang dari 10.000 kasus per harinya.

PPKM Darurat ini mencakup 48 Kabupaten atau Kota dengan asesmen situasi level 4. Sementara 74 kabupaten dan kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 mencakup pulau Jawa dan Bali.

 PPKM Mikro

Tentunya banyak aktivitas yang diperketat untuk mengurangi aktivitas maupun mobilitas masyarakat keluar rumah. Pemerintah pun membatasi jumlah kapasitas moda transportasi dalam upaya memperkecil potensi penularan.

Berdasarkan panduan resmi 'Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat pada PPKM Darurat Jawa Bali', muncul aturan baru di sektor transportasi, yang meliputi:

Kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) serta kendaraan sewa maupun rental, diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimum 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selain itu bagi pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh seperti pesawat, bus, dan kereta api, harus menunjukkan kartu vaksin minimal vaksin dosis pertama. Selain itu pelaku perjalanan juga harus memperlihatkan hasil PCR (H-2) untuk pesawat, serta antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

Selain itu masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan masker saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Selain itu juga, tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini