Hati-Hati, Stres di Masa Pandemi Bisa Buat Anak Ingin Bunuh Diri

Antara, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 612 2434064 hati-hati-stres-di-masa-pandemi-bisa-buat-anak-ingin-bunuh-diri-ljxE9dqfdL.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 memang membuat banyak orang mengalami stres, bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Tapi berbeda dengan orang dewasa, anak-anak yang mengalami stres cenderung bingung

Tapi jangan salah, gangguan mental yang muncul akibat pandemi pada anak bisa menimbulkan dorongan untuk menyakiti diri sendiri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan anak merasa ingin bunuh diri.

Dokter spesialis kedokteran jiwa konsultan psikiatri anak dan remaja RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Anggia Hapsari, mengatakan hal ini lantaran anak-anak cenderung mencari cara instan dalam hal mengatasi emosi.

"Ketika berhadapan dengan keterbatasan di tengah pandemi, seperti tak bisa bertemu teman, tidak ada teman curhat, aktivitas dibatasi, itu membuat perasaan mereka tumpul dan kosong," kata Anggia.

Anak Stres

Di tengah rasa sepi dan frustrasi, anak merasa ingin merasakan sakit yang mendorong mereka melukai diri sendiri. Tindakan itu dapat berulang-ulang, membuat suasaha hatinya semakin terpuruk dan anak kian rapuh. Pada akhirnya, anak ingin mengakhiri rasa sakit dengan cara mengakhiri hidupnya.

Sama seperti permainan yang bisa diulang dari awal ketika pemainnya kalah, anak juga berpikir dia bisa mengulang dari awal di kehidupan baru dengan cara mengakhiri hidup.

Penting bagi orangtua untuk mendampingi anak dalam mencari bantuan profesional tanpa ada penghakiman. Anggia menuturkan, orangtua harus menerima keadaan anak dan tidak boleh menganggap perasaannya sebagai hal sepele. Dorongan untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup pada anak bisa dihentikan ketika mereka meyakini orangtua selalu ada untuk mendukung.

"Jangan bilang 'ah begitu saja tidak bisa, yang kuat dong'. Lakukan pendampingan tanpa adanya penghakiman, anak juga ingin didengarkan, mereka harus tahu pasti ada orangtua yang ada buat mereka," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini