Rajin Belanja Online, Pandemi Buat Sampah Plastik Naik 50%

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 612 2434121 rajin-belanja-online-pandemi-buat-sampah-plastik-naik-50-3oLe9uy46x.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELAMA pandemi pola konsumsi masyarakat berubah. Seiring dengan itu, jenis sampah plastik juga meningkat.

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Novrizal Tahar mengungkapkan, sejak pandemi, misalnya data di Surabaya, komposisi sampah plastik adalah 22 persen dari seluruh sampah. Ini menjadi tantangan yang berat dalam mengurangi timbulan sampah plastik.

"Secara nasional, kita mengalami perubahan pola konsumsi, dan sampah plastik Indonesia meningkat," ujarnya saat webinar Peresmian Pabrik Daur Ulang Botol PET Veolia Indonesia-DanoneAqua, baru-baru ini.

 Sampah

Sampah plastik, sebut Novrizal, semakin banyak karena masyarakat mengandalkan belanja online selama pandemi. Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu membangun kesadaran untuk memilah sampah dari rumah.

"Hampir semua aktivitas lewat online menggunakan plastik sekali pakai, dan tidak semua sampah plastik itu juga punya nilai yang baik untuk recycling," paparnya.

Sementara itu, Rektor Kepala Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Emenda Sembiring menanggapi pun pernah  melakukan survei di Bandung terkait pola konsumsi yang berdampak dengan timbulan sampah. Dia menyebut, ada peningkatan jumlah sampah kemasan sebelum dan saat pandemi.

"Sebelum pandemi, (jumlah sampah kemasan) mencapai 160 gram per orang per hari. Sementara, saat pandemi adalah sebesar 240 gram per orang per hari. Ada perubahan perilaku bagaimana untuk penuhi kebutuhan sehari-hari," tutur Emenda.

Namun disayangkan, peningkatan sampah kemasan ini tidak membuat masyarakat pro lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih kurang.

"Pengetahuan kita setelah pandemi tentang kebiasaan yang pro lingkungan, tidak mempengaruhi pilihan kita. Perilaku ini tidak mutlak mempengaruhi tindakan seseorang," katanya 

Emenda menambahkan bahwa membiasakan diri untuk memilah sampah dari rumah tidak sulit. Pun dari Kementerian LHK sudah memiliki peta jalan untuk mencapai target reduksi sampah, yang harus didukung banyak pihak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini