Cara Mengikhlaskan Orang Tercinta yang Meninggal Akibat Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 02 Juli 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 612 2434349 cara-mengikhlaskan-orang-tercinta-yang-meninggal-akibat-covid-19-GG1VGigARH.jpg Sangat sedih (Foto: Istockphoto)

PANDEMI Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona telah mempengaruhi kehidupan seluruh umat manusia. Terlebih kasus Covid-19 melonjak akhir-akhir ini dan banyak orang kehilangan teman atau kerabat yang dicintai akibat terinfeksi Covid-19.

Bagi yang ditinggalkan, tentunya hal ini menyisakan luka yang amat mendalam. Terlebih jika orang tersebut adalah orang yang sangat kita cintai seperti orangtua, suami, istri, saudara, kawan, kekasih. Semua ini tentu sangat amat menyedihkan.

Namun kehidupan harus terus berjalan. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara mengikhlaskan orang tercinta yang meninggal akibat Covid-19.

 sangat sedih

1. Hadapi 5 Tahap Kesedihan

Kesedihan datang secara berbeda pada orang yang berbeda yang memancarkan respons mulai dari syok, rasa bersalah, penyangkalan, depresi, atau kesedihan yang mendalam. Reaksi bervariasi tergantung pada tipe kepribadian, mekanisme koping, pengalaman, dan pengkondisian.

Psikolog dan pendiri Lightroom Therapy & Counseling Garima Juneja pun mengenalkan mengenai lima tahap kesedihan, yakni penyangkalan, kemarahan, perasaan mengapa itu terjadi, penyesalan, dan depresi.

“Berurusan dengan kesedihan adalah proses alami. Ini akan mengikuti perkembangan alami, yang mungkin berbeda dalam kasus yang berbeda. Dalam skenario apa pun, tahap terakhir penerimaan membantu untuk menerima kenyataan,” kata Juneja.

2. Latihan Self Compassion

Mungkin ada saat-saat ketika Anda menganggap diri Anda bertanggung jawab atas kehilangan itu atau memikirkan ribuan cara lain untuk mencegahnya terjadi. Emosi ini dan kemungkinan realitas alternatif hanya akan mengikis luka Anda dan membuat Anda merasa bertanggung jawab atas kehilangan tersebut. Dan self compassion dapat membantu Anda melalui proses berduka.

“Tetapkan batasan untuk diri sendiri, berbelas kasih untuk diri sendiri dan orang lain di sekitar Anda. Latih self-talk positif dan perlakukan diri Anda seperti memperlakukan teman. Bersikap baik kepada diri sendiri mungkin tampak sulit, tetapi itulah kebutuhan saat ini," jelasnya.

3. Mengatasi Rasa Bersalah

Rasa bersalah adalah perasaan yang tak terhindarkan terutama ketika Anda menghadapi kehilangan orang yang sangat dicintai. Kecenderungan untuk menemukan kesalahan dalam upaya kita untuk menyelamatkan orang yang kita cintai umumnya muncul ke permukaan. Ini adalah kecenderungan individualistis, sehingga berbeda dari satu orang ke orang lain.

“Perasaan seperti kita tidak pernah menghabiskan banyak waktu dengan almarhum, menghujaninya dengan hadiah atau tidak pernah memberikan perhatian khusus selama mereka sehat dan hidup,” tambah Juneja.

“Tindakan penyesalan menimbulkan rasa bersalah. Ini bisa menjadi sabotase diri, jadi menerima kenyataan dan secara sadar tidak menyalahkan diri sendiri dapat menyelamatkan seseorang dari runtuhnya harga diri. Belajar dari situasi justru harus menjadi bekal untuk masa depan. Mengambil bantuan profesional juga merupakan langkah pertama menuju penyembuhan," sambungnya.

4. Kembali Normal

Seiring dengan penerimaan dan pelepasan rasa bersalah, seseorang harus belajar bagaimana menghadapi kehidupan roller coaster yang datang saat menangani kesedihan. Memendam emosi dapat menyebabkan ledakan di kemudian hari.

“Telah terlihat bahwa beberapa orang mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) setelah kematian mendadak orang yang dicintai. Banyak yang merasa sulit untuk memproses kehilangan dan menjadi depresi, dan yang lain mungkin merasa sulit untuk melanjutkan kehidupan normal bahkan setelah satu tahun atau lebih,” cerita Juneja.

Terapi membantu membimbing orang menuju penerimaan dan membuat mereka keluar lebih kuat untuk melawan kesulitan hidup dengan memberi mereka tujuan hidup. Seseorang dapat memulai konseling kapan saja setelah kejadian karena terapi tidak memiliki efek samping, dapat mempercepat proses penyembuhan dan dapat konstruktif karena juga bekerja pada sifat dan pola kepribadian.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini