Sebelum Meninggal, Jane Shalimar Alami Pneumonia hingga Saturasi Oksigen Menurun

Hantoro, Jurnalis · Minggu 04 Juli 2021 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 481 2435186 sebelum-meninggal-jane-shalimar-alami-pneumonia-hingga-saturasi-oksigen-menurun-hRkyNM1K3L.jpg Jane Shalimar. (Foto: Instagram @janeshalimar_1)

ARTIS Jane Shalimar meninggal dunia pada hari ini, Minggu 4 Juli 2021, sekira pukul 06.40 WIB. Jane Shalimar wafat dalam usia 41 tahun saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat positif terinfeksi covid-19.

Rencananya jenazah Jane Shalimar akan dimakamkan pada hari ini juga di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat covid-19.

Baca juga: Jane Shalimar dalam Kenangan, Tampilan Wajah Cantiknya Selalu Jadi Inspirasi 

Sebelumnya Jane Shalimar dikabarkan terus berjuang melawan covjd-19 yang dideritanya. Ia dilaporkan memiliki komorbid atau penyakit penerta asma, dan bahkan sempat mengalami pneumonia bilateral.

Nah, berikut ini kondisi kesehatan yang dialami Jane Shalimar sebelum meninggal dunia akibat covid-19.

Jane Shalimar. (Foto: Instagram @janeshalimar_1)

1. Miliki komorbid asma

Jane Shalimar dikabarkan sempat mengalami kritis dan sulit mendapat kamar serta oksigen. Kini ibu satu anak tersebut sudah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit JMC, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Jane sendiri memiliki riwayat komorbid penyakit bawaan asma. Bahkan lantaran memiliki asma, saturasi oksigennya sempat berada di angka cukup rendah yakni 82, dan sempat membuatnya sampai tak sadarkan diri.

"Dipicu sama sakit asma (gejala langsung berat), saturasi (oksigen) rendah banget," ungkap Olivia, salah satu sahabat Jane Shalimar, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Dia sempat enggak sadar, tapi sekarang sudah sadar, sedang tidur. Asmanya membaik," tambahnya.

Baca juga: Mengenang Jane Shalimar, Debut sebagai Bintang Iklan hingga Aktif Berpolitik 

2. Alami pneumonia bilateral

Infeksi covid-19 membuat Jane Shalimar alami masalah pada sistem pernapasannya. Ia pun dilaporkan sampai mengalami pneumonia bilateral di kedua paru-parunya.

"Dengan penuh pertimbangan serta keadaan klinis secara fisik maupun hasil laboratorium dan diagnostik foto toraks, maka Jane Shalimar mengalami pneumonia bilateral di kedua paru-parunya. Pneumonia berat," ungkap perwakilan BPPM DPP Partai Demokrat, partai Jane Shalimat, dalam keterangan tertulisnya, Rabu 30 Juni 2021.

Akibatnya, Jane Shalimar kembali dinyatakan kritis. Dia bahkan butuh bantuan ventilator untuk menunjang pernapasannya.

"Karena sebelumnya, tindakan menggunakan NRM 15 liter per menit sudah dilakukan, tapi tetap tidak bisa membuat oksigen naik," lanjut keterangan tersebut.

3. Saturasi oksigen menurun

Saat terinfeksi covid-19, Jane Shalimar sempat mengalami saturasi oksigen anjlok. Sang sahabat, Olive, menjelaskan saturasi oksigen Jane sebelumnya sangat rendah yakni di angka 82.

"Dia sempat enggak sadar, tapi sekarang sudah sadar, sedang tidur. Asmanya membaik," ungkap Olive beberapa waktu lalu.

Kabar Jane yang sedang kritis sebelumnya diketahui datang dari pesan berantai. Dia juga dikabarkan kehabisan oksigen di rumah sehingga cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit. Jane dinyatakan positif covid-19 sejak 24 Juni silam.

Baca juga: Jane Shalimar Dimakamkan di TPU Jeruk Purut dengan Protokol COVID-19 

Jane Shalimar. (Foto: Instagram @janeshalimar_1)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini