Jangan Panik, Saturasi Oksigen Bisa Naik dengan Tengkurap

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 05 Juli 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 481 2435697 jangan-panik-saturasi-oksigen-bisa-naik-dengan-tengkurap-g9GovhIHJd.jpg Ilustrasi penurunan saturasi oksigen pasien covid-19. (Foto: Stockking/Freepik)

BANYAK masyarakat saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah karena terinfeksi covid-19 dengan tanpa gejala atau gejala ringan. Kondisi ini juga disarankan pemerintah karena kapasitas rumah sakit yang sudah sangat sulit menerima pasien baru. Pasien covid-19 baru diminta ke rumah sakit jika terjadi perburukan gejala, salah satunya dilihat dari sesak napas atau penurunan saturasi oksigen dalam tubuh.

"Kadar atau saturasi oksigen yang normal itu antara 95 sampai 100 persen. Kalau karena satu dan lain hal, seperti pada pasien covid-19, terjadi peradangan di jaringan paru sehingga paru tidak maksimal mengambil oksigen dan menyebarkannya ke darah, maka akan terjadi penurunan kadar oksigen ditandai angka saturasi di bawah 94 persen. Ini bisa dilihat di alat oksimeter yang dipasang di jari," papar dokter spesialis paru dr Erlina Burhan SpP dalam siaran televisi belum lama ini.

Baca juga: Mengenal Teknik Proning yang Viral untuk Atasi Saturasi Oksigen Menurun 

Ia melanjutkan, jika saturasi atau kadar oksigen dalam tubuh di bawah batas normal, maka tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan gerakan proning atau tengkurap. Dengan melakukan ini diharapkan sirkulasi oksigen bisa lebih baik dan kadar oksigen bisa naik ke batas normal.

"Jadi dengan tengkurap diharapkan tekanan di parunya cukup merata. Dengan begitu, paru dapat mengalirkan oksigen ke darah dengan lebih baik," terangnya.

Baca juga: Oksigen Mulai Langka dan Mahal, Epidemiolog UI: Distribusi Harus Lebih Cepat 

Kenapa bisa begitu?

Menurut dr Erlina Burhan, dari sisi anatomi bahwa bagian paru yang lebih kuat itu justru ada di belakang.

"Jadi jika seseorang dibuat tengkurap, memang nyaman pakai bantal di bawahnya, pertama tekanan ke rongga dada dari organ yang ada di perut itu berkurang, sehingga paru bisa mengembang lebih sempurna," tuturnya.

Ia meneruskan, karena paru dapat mengembang sempurna, maka bagian paru belakang tadi lebih bisa berfungsi karena bagian itu mengembang cukup luas sehingga bisa mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan karbon dioksida dengan baik.

"Oksigen yang banyak ini dapat didistribusikan secara merata ke seluruh tubuh. Pada akhirnya, jumlah oksigen dalam darah meningkat," papar dr Erlina, "Untuk durasinya, idealnya adalah 2 sampai 3 jam, tetapi minimal bisa dilakukan selama 30 menit," tambahnya.

Baca juga: Timbun Oksigen dan Obat-Obatan, MUI: Hukumnya Haram Menimbulkan Kepanikan 

Selain tengkurap, dr Erlina menyatakan Anda bisa menjajal posisi tidur miring, boleh ke kanan atau ke kiri dengan durasi minimal 30 menit.

Lebih lanjut, dokter umum Adrian Setiaji melalui akun TikTok-nya @doktermedok mengungkapkan teknik lain yaitu posisi setengah duduk.

Baca juga: MUI: Timbun Obat, Masker, Hingga Oksigen Hukumnya Haram! 

"Posisikan bentuk ini selama 30 menit, bisa juga sambil bersandar di tembok atau pinggir ranjang dengan tambalan bantal supaya lebih nyaman," katanya.

Tidak kalah penting, sambung dr Adrian, adalah Latihan pengembangan dada (chest expansion). Jadi, gerakan ini dilakukan dengan cara ambil napas dari hidung, buang lewat mulut. Lakukan perlahan 10 hingga 15 kali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini