Epidemiolog Minta Pasien Covid-19 Gejala Ringan Tak Beli Oksigen untuk di Rumah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 Juli 2021 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 481 2436216 epidemiolog-minta-pasien-covid-19-gejala-ringan-tak-beli-oksigen-untuk-di-rumah-t01E9CtxiV.jpg Ilustrasi tabung oksigen langka dan mahal dampak lonjakan kasus covid-19. (Foto: Sudin Perhubungan Jaktim/Antara)

MAKIN banyak pasien covid-19 yang datang ke rumah sakit dengan gejala sesak napas. Menurut epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, ini terjadi akibat serangan varian delta covid-19. Ya, India mencatat dengan jelas riwayat serangan varian delta ke warganya dan kebanyakan dari mereka kehabisan oksigen dalam tubuh.

Di Indonesia sendiri, kata Dicky, banyak pasien covid-19 yang datang ke rumah sakit dengan kadar atau saturasi oksigen 40 hingga 70 persen. Kondisi yang memang sangat membutuhkan penanganan serius.

Baca juga: Catat, Ini Cara Simpel dan Cepat Atasi Saturasi Oksigen Menurun 

"Salah satu efek buruk yang dihasilkan serangan varian delta adalah pasien kesulitan bernapas karena oksigen dalam tubuhnya rendah dan kondisi ini yang sekarang terjadi di Indonesia," kata Dicky kepada MNC Portal beberapa waktu lalu.

Di lain sisi, jumlah tabung oksigen terus berkurang, bahkan di beberapa wilayah sudah sangat menipis ketersediaannya. Ini harus disikapi serius oleh semua masyarakat, dan karena itu Dicky menyarankan pasien covid-19 dengan gejala ringan tidak perlu membeli tabung oksigen untuk di rumah.

Info grafis teknik proning saturasi oksigen. (Foto: Okezone)

"Jangan beli tabung oksigen buat di rumah, itu merugikan pihak rumah sakit, karena keterbatasan oksigen saat ini tengah terjadi," sarannya.

Dicky menjelaskan, covid-19 jangan dianggap sempit seperti kalau persentase saturasi oksigen rendah di bawah 95 persen maka harus segera hirup oksigen dari tabung oksigen.

Baca juga: Mengenal Teknik Proning yang Viral untuk Atasi Saturasi Oksigen Menurun 

"Enggak begitu konsep berpikirnya. Ketika saturasi Anda rendah saat terinfeksi covid-19, jangan kemudian langsung hirup oksigen. Semua ada aturannya," terang dia.

"Walau paru terisi oksigen, tapi karena infeksi covid-19, si jaringan paru enggak bisa mengambil oksigen untuk disalurkan ke darah, oleh karena itu perlu tindakan 'high flow nasal kanul oxygen' yang dilakukan oleh dokter anastesi atau senam kebugaran paru yang kini sudah banyak diedukasi para dokter rekam medis," tambahnya.

Dicky pun mengimbau kader puskesmas mengetahui tentang olah napas paru ini supaya bisa mengedukasi masyarakat. Jadi, gerakan-gerakan apa saja yang bisa memaksimalkan masuknya oksigen ke tubuh harus mulai diedukasi dari sekarang.

Baca juga: Apa Itu Saturasi Oksigen Turun? Seperti Dialami Jane Shalimar Sebelum Wafat 

Jadi, sekali lagi Dicky menyarankan kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri akibat covid-19 dengan tanpa gejala atau gejala ringan agar tidak membeli tabung oksigen untuk disimpan di rumah.

"Jangan beli tabung oksigen buat di rumah, biarkan faskes saja yang memilikinya, karena sekarang mereka sangat membutuhkannya. Kalau Anda sedang isoman sekarang, cukup punya oksimeter dan lakukan olah napas paru," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini