Pasien Covid-19 Disarankan Minimal Tes Saturasi Oksigen 3 Kali Sehari

Antara, Jurnalis · Selasa 06 Juli 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 612 2436238 pasien-covid-19-disarankan-minimal-tes-saturasi-oksigen-3-kali-sehari-nxh5zTG2xa.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SATURASI oksigen memang menjadi salah satu tolak ukur kesehatan pasien Covid-19 dari beberapa gejala. Mereka yang tanpa gejala atau yang memiliki gejala ringan, biasanya memiliki saturasi oksigen di atas 95.

Mengukur saturasi oksigen idealnya menggunakan pulse oximeter. Tapi, sebelum menggunakan alat ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari posisi tubuh hingga kuku jari. 

Hal-hal ini agar pengukuran bisa menghasilkan angka yang akurat. Dari sisi frekuensi, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Indonesia (Perki), Vito Anggarino Damay menyarankan pasien mengukur minimal sebanyak tiga kali. 

"Minimal tiga kali. pagi siang malam tidak ada jam yang ketat," ujar dia.

Menurut Vito, saat mengukur, sebaiknya posisikan tubuh dalam keadaan duduk dan kondisi pasien tenang atau rileks. Kondisi pilek yang biasanya dialami sebagian pasien tidak akan mempengaruhi saturasi oksigen.

Pengukuran saturasi oksigen dilakukan untuk mendeteksi bila terjadi hypoxia atau kondisi tubuh kekurangan oksigen yang bisa dialami pasien Covid-19. Mengutip laman Webmd, tanpa oksigen, organ-organ tubuh seperti otak, hati dan lainnya bisa rusak hanya dalam beberapa menit usai gejala dimulai.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit yang menjadi biru atau merah ceri, pasien mengalami kebingungan, batuk, detak jantung cepat, napas cepat, bekeringat dingin, sesak napas dan mengi.

Tetapi, tak semua pasien covid-19 merasakan gejala atau keluhan ini, padahal kadar oksigen dalam darahnya sangat rendah. Ada kasus saat pasien merasa baik-baik saja padahal angka saturasi oksigennya di bawah rentang normal yakni 95-100 persen atau disebut happy hypoxia.

Di sisi lain, ada kondisi yang bisa mempengaruhi angka saturasi oksigen, salah satunya gambaran pneumonia di paru-paru. Kondisi ini biasanya akan menurunkan angka saturasi oksigen. oleh karena itu, sebelum pasien melakukan isolasi mandiri, sebaiknya lakukan dulu rontgen dada (foto x-ray).

"Kalau normal tidak ada tanda pneumonia viral barulah isolasi mandiri. lebih baik lagi kalau dokter yang memutuskan boleh isolasi mandiri," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini