WHO hingga Dokter Ingatkan Penyemprotan Disinfektan Luar Ruangan Sia-Sia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 481 2436761 who-hingga-dokter-ingatkan-penyemprotan-disinfektan-luar-ruangan-sia-sia-GP9zktaDpE.jpg Penyemprotan disinfektan di area publik sia-sia (Foto : Twitter/FahemYounus)

DOKTER Faheem Younus kembali jadi sorotan netizen Indonesia setelah memberikan pernyataan cukup keras terkait dengan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Menurut praktisi kesehatan berbasis di Amerika Serikat itu, penyemprotan disinfektan di jalanan tidak berguna menangkal virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19, malah hanya buang-buang uang saja.

"Benar-benar buang waktu, uang, dan energi. Disinfeksi permukaan tidak diperlukan di jalan dan ruang terbuka. Rumah sakit dan kamar dengan pasien Covid-19 adalah cerita lain," katanya di Twitter, Selasa (6/7/2021).

Penyemprotan Disinfektan

Di unggahan itu, dokter Faheem menampilkan beberapa foto kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan di jalanan, termasuk menyemprotkan tubuh seorang pengendara motor tanpa masker.

Baca Juga : 5 Potret Istri Ciro Immobile, Jessica Melina Seksi Berbalut Bikini

Bukan hanya dokter Faheem yang protes keras terkait penyemprotan desinfeksi di luar ruangan, ahli epidemiologi dokter Pandu Riono pun sebelumnya sudah dengan jelas menyampaikan bahwa desinfeksi tak bermanfaat jika dilakukan di luar ruangan.

"Hari gini masih ada kegiatan semprot disinfektan dari udara? Disinfektan tidak ada manfaat cegah penularan Covid-19 dan mahal. Uang rakyat terpakai percuma. Kapan sih kita semua jadi lebih cerdas dalam merespon pandemi?" kata dr Pandu diakhiri dengan menandai Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Penyemprotan Disinfektan

Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah dengan tegas menyatakan bahwa penyemprotan disinfektan di luar ruangan itu tak bermakna untuk penanganan Covid-19.

"Penyemprotan atau pengasapan ruang luar seperti jalan, trotoar, atau pasar tidaj direkomendasikan untuk menghilangkan atau menonaktifkan SARS-CoV2 atau patogen lainnya. Jalan atau trotoar tidak dianggap sebagai jalur penularan Covid-19," tegas WHO.

Dalam laporan berjudul 'Coronavirus disease (Covid-19)' yang terbit pada 14 Mei 2020 itu juga menjelaskan bahwa disinfektan tidak mungkin cukup menutupi semua permukaan selama durasi tertentu untuk menonaktifkan patogen.

"Menyemprotkan individu dengan disinfektan tidak dianjurkan dalam keadaan apapun. Praktek ini malah berbahaya secara fisik dan psikologis dan tidak akan mengurangi kemampuan orang yang terinfeksi untuk menyebarkan virus melalui droplet atau kontak erat," kata WHO.

Lembaga kesehatan dunia itu pun menegaskan bahwa efek toksik dari penyemprotan dengan bahan kimia seperti klorin malah dapat menyebabkan individu mengalami iritasi mata dan kulit, bronkospasme karena inhalasi, dan efek gastrointestinal yang berpotensi sebabkan mual dan muntah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini